Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) periode Januari hingga Agustus 2008 mencatat realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp 12,89 triliun atau US$ 1,430 miliar yang turun 59,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 32,15 triliun atau US$ 3,57 miliar (kurs 9.000/USD).
"Penurunan PMDN ini bukan karena ada perusahaan tutup atau cabut tapi karena ada sebagian investor yg memilih untuk memakai badan asing dengan pertimbangan pajak yang lebih rendah," kata Ketua BKPM M Lutfi di Mercantile, Wisma BCA, Jl Sudirman Jakarta, Jumat (19/9/2008) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makanya kita menyambut baik adanya penurunan pajak 28% di tahun 2009 dan 25% di tahun 2010, ini akan memacu investor menanamkan investasi lagi," ujar Lutfi.
Faktor lain turunnya angka PMDN ini karena minimnya dana di perbankan yang disalurkan ke sektor riil.
Lutfi mengakui PMDN hingga akhir 2008 bisaΒ melampaui pencapaian tahun 2007. Target BKPM untuk angka PMDN 2008 adalah sebesar US$ 3,49 miliar atau Rp 31,44 triliun.
"Kemungkinan angka PMDN tahun ini hanya mendekati 2007. Tapi untuk bulan-bulan ke depan penurunannya memang tidak setajam Agustus, karena akan ada investasi baru seperti pembangunan tower bersama senilai Rp 7 triliun," jelas Lutfi.
PMA
Sementara investasi Penanaman Modal Asing (PMA) periode Januari hingga Agustus 2008 mengalami pertumbuhan 41,7% menjadi US$ 11,52 triliun atau Rp 103,68 triliun (kurs 9.000/US$), dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya US$ 8,13 miliar atau Rp 73,17 triliun.
Pencapaian PMA hingga Agustus 2008, juga telah melampaui target BKPM yang tahun ini sebesar US$ 5,43 miliar atau Rp 48,86 triliun.
Secara keseluruhan realisasi investasi baik PMDN maupun PMA periode Januari-Agustus 2008 mencapai US$ 12,95 miliar atau Rp 116,57 triliun, atau tumbuh 10,7% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya US$ 11,7 miliar atau
Rp 105,32 miliar.
Target total realisasi investasi baik PMDN maupun PMA oleh BKPM di tahun 2008 adalah sebesar US$ 8,92 miliar atau Rp 80,3 triliun.
Peringkat realisasi Investasi PMDN terbesar adalah pertama industri makanan dan minuman. Kedua, industri mesin, logam dan elektronika. Ketiga, tanaman pangan dan perkebunan, keempat perdagangan dan reparasi dan kelima listrik, gas dan
air.
Sedangkan urutan investasi yang paling disukai PMA adalah, pertama, transportasi, gudang dan komunikasi. Kedua, industri logam, mesin dan elektronika. Ketiga, industri kendaraan bermotor dan transportasi. Keempat industri kimia dan farmasi dan kelima, perdagangan dan reparasi.
Lokasi favorit PMDN adalah pertama, Jawa Barat. Kedua Banten, ketiga, DKI Jakarta, keempat Jawa Timur dan kelima Riau. Sedangkan lokasi favorit PMA adalah pertama, DKI Jakarta. Kedua, Jawa Barat, ketiga, Riau, keempat Banten dan kelima
Jawa Timur.
Investasi terbanyak berasal dari negara Mauritius. Kedua Singapura, ketiga Jepang, keempat Inggris dan kelima Malaysia. Penyerapan tenaga kerja untuk PMDN mencapai 46.381 orang dan PMA 181.744 orang atau total keduanya mencapai 228.125 orang.
(ir/qom)










































