Demikian diungkapkan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani dalam acara buka puasa bersama di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat malam (19/9/2008).
"Karena orang tidak saling percaya di tengah kepanikan sektor keuangan, maka yang paling dipercaya itu hanya satu, emas, sehingga harganya naik banget," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah emas apakah bisa ke komoditas lain? Kalau komoditas lain bisa jadi store of value biasanya yang masuk adalah emas berharga itu dan biasanya tidak melebar kemana-mana," katanya.
Meskipun begitu, Sri Mulyani mengakui akan masih ada investor yang bermain pada komoditi minyak dunia, meskipun tidak seramai beberapa bulan yang lalu.
"Kalau minyak karena fungsinya unik, dari sisi jumlah dan jenis barangnya dia memang di store lama tapi selama ini minyak itu tradingnya maupun nilainya sangat berkaitan erat dengan ekspektasi perekonomian kedepan, tapi juga spekulasinya terhadap futurenya," ujarnya.
Jadi karena prediksi pertumbuhan ekonomi dunia melambat, maka harga minyak tidak akan terlalu naik tinggi lagi.
"Sekarang dunia terjadi resesi tidak ada alasan minyak itu terlalu tinggi, makanya terlalu cepat terkoreksi. Tapi orang masih tetap percaya bahwa minyak masih berfungsi sebagai store of value sehingga harganya tidak terlalu jatuh dibawah US$80/barel," katanya. (dnl/qom)











































