Hal ini dikatakan oleh DIrjen Pengelolaan Utang Depkeu Rahmat Waluyanto dalam acara penandatangan pinjaman dengan Driketur AFD Joel Daligault di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (24/9/2008).
"AFD memberikan pinjaman lunak ini kepada Indonesia untuk rehabilitasi sistem drainase di Banda Aceh, yang proyeknya juga didanai oleh pemerintah" ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain bantuan dari Prancis, Indonesia juga telah menerima bantuan dari pemerintah Jepang Rp 200 miliar dan bantuan dari donor lainnya untuk rehabilitasi sistem drainase tersebut, adapun kebutuhan untuk proyek drainase ini adalah Rp 1 triliun.
Pinjaman dari AFD ini rencananya akan digunakan untuk pembangunan saluran sepanjang 150 km di wilayah empat hingga tujuh dan daerah Darussalam, dua unit pompa dan dua unit pompa bergerak.
Juga, beberapa kawasan retensi banjir(retarding basin). Pinjaman tersebut juga akan digunakan untuk mendanai peralatan khusus berupa truk dan peralatan lainnya, dan fasilitas gedung pusat pencegahan banjir untuk pemeliharaan sistem.
Proyek sistem drainase tersebut diharapkan mulai digarap akhir tahun ini dan akan rampung dalam waktu 18 bulan. Proses konsultasi seleksi kontraktor telah dipersiapkan oleh BRR yang berperan sebagai badan pelaksana proyek.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Pinjaman dan Hibah Luar Negeri Departemen Keuangan Maurin Sitorus menyatakan hingga saat ini Pemerintah Prancis telah memberikan pinjaman kurang lebih US$ 2,7 juta. (dnl/ddn)










































