Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Bea Cukai Anwar Suprijadi, dalam acara konferensi pers di Kantor Bea Cukai, Jalan Ahmad Yani, Jakarta, Selasa (7/10/2008).
"Kita akan mengantisipasi produk-produk ilegal sebagai dampak krisis global karena sekarang impor yang meningkat bagian dari kondisi ekonomi kita," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan penerimaan bea masuk per 24 September 2008 mencapai Rp 16,393 triliun atau mencapai 103,62% dari target. Perolehan tersebut melebihi target realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2008 yang hanya Rp 15,820 triliun.
Sedangkan penerimaan bea keluar juga melebihi target mencapai Rp 12,71 triliun atau 113% dari target. Target bea keluar pada APBN-P sebesar Rp 11,16 triliun.
Dari penerimaan cukai mencapai Rp 36,833 triliun dari target Rp 45,717 triliun atau masih 80,57% dari target. Sedangkan untuk PPN impor mencapai Rp 60,170 triliun, PPnBM impor Rp 3,111 triliun dan PPh pasal 22 impor sebesar Rp 18,709 triliun.
"Penerimaan bea masuk melebihi target, penerimaan cukai sampai akhir tahun 2008 diperkirakan dapat mencapai target yang telah ditetapkan," ujar Anwar optimis. (hen/ddn)











































