Program B50 Diklaim Hemat Devisa Rp 170 T-Serap Tenaga Kerja 2,1 Juta Orang

Program B50 Diklaim Hemat Devisa Rp 170 T-Serap Tenaga Kerja 2,1 Juta Orang

Heri Purnomo - detikFinance
Jumat, 10 Jul 2026 21:12 WIB
Produk Biodiesel B50
Foto: Herdi Alif Al Hikam/detikcom
Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan mandatori biodiesel B50 yang merupakan campuran 50% bahan bakar nabati ke dalam minyak solar bisa menghemat devisa negara.

Jika pada B40 penghematan devisa mencapai sekitar Rp133 triliun, melalui implementasi B50 penghematan devisa mencapai Rp170 triliun, memberi manfaat bagi sektor sawit melalui peningkatan kebutuhan CPO dari 15,2 juta ton menjadi 16,3 juta ton dan memperkuat kepastian pasar bagi petani.

Nilai tambah industri CPO pun disebut naik dari Rp 20,92 triliun menjadi Rp 23,49 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

B50 juga menjadi program pemerintah untuk menekan ketergantungan impor solar. Dari konsumsi solar nasional sekitar 38 juta hingga 40 juta kiloliter per tahun, Indonesia sebelumnya masih mengimpor sekitar 3 juta hingga 4 juta kiloliter.

"Dengan implementasi B50, maka alhamdulillah kita tidak lagi melakukan impor produk solar ke negara kita. Ini adalah pertama kali," ujar Bahlil dalam keterangan tertulis Kementerian ESDM.

ADVERTISEMENT

Bahlil menambahkan implementasi B50 juga meningkatkan penyerapan tenaga kerja, dari 1,8 juta pada program B40 menjadi 2,1 juta orang melalui B50. Tak hanya itu yang program ini juga berkontribusi dalam penurunan emisi gas rumah kaca.

"Upaya menjaga lingkungan juga diperkuat melalui penurunan emisi gas rumah kaca dari 39,66 juta ton CO2 menjadi sekitar 44,46 juta ton CO2," kata Bahlil.

(hrp/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads