Singapura juga menurunkan target pertumbuhannya tahun ini menjadi 3 persen. Penurunan target ekonomi merupakan imbas dari krisis keuangan global yang terjadi saat ini.
Seperti dikutip AFP, Jumat (10/10/2008), untuk mengatasi pelemahan ekonomi ini, bank sentral Singapura melonggarkan kebijakan moneternya untuk pertama kali sejak 4 tahun. Namun tidak seperti bank sentral lain, Monetary Authority (MAS), otoritas moneternya Singapura lebih memilih menggunakan instrumen moneter untuk mengendalikan mata uang ketimbang melalui penurunan suku bunga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini membuat Singapura sangat sensitif dengan negara-negara maju yang selama ini menjadi mitra dagangnya yakni Amerika dan Eropa. Karena dua kawasan itu terkena krisis, maka Singapura pun terkena dampaknya.
Tahun lalu, ekonomi Singapura mengalami pertumbuhan sebesar 7,7 persen, namun tanda-tanda pelemahan ekonomi semakin menjadi-jadi di Singapura. (ddn/ir)











































