Hal tersebut disampaikan oleh Ekonom Aviliani dalam acara jumpa pers mengenai dampak krisis keuangan global terhadap ekonomi indonesia di Gedung Depkominfo, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (10/10/2008).
"Saya optimis tidak akan seperti krisis 1998, saat ini krisis tidak menyerang sektor riil, hanya menyerang bursa saja yang pemainnya lebih sedikit," jelasnya
Menurutnya, krisis yang melanda bursa kemarin akibat keluarnya uang sebanyak Rp 32 triliun dari investor yang melepas saham. Sementara di sisi lain pemasukan uang ke bursa sedikit sekali. Selain itu, selama enam bulan terakhir LDR perbankan terus naik dan juga pertumbuhan simpanan juga lebih besar dari kredit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Salah satunya harus bisa melakukan kontrol devisa karena sangat penting untuk dilakukan dalam situasi darurat seperti ini," katanya.
Pemerintah juga bisa memperkuat investor domestik dengan cara memberikan tax amnesty supaya ada sedikit kelonggaran. Ia menambahkan selama ini investor lokal selalu dibebani oleh pajak yang akhirnya menyebabkan dana investor ke luar negeri.
Untuk bursa sendiri, ia mengusulkan sebaiknya para emiten segera menyampaikan kinerja terbaru mereka. Karena sebenarnya banyak emiten yang kinerjanya bagus hanya saja investor di bursa saat ini kurang informasi dan kebanyakan dari mereka ikut-ikutan investor asing.
(ang/ddn)











































