"Tahun depan kami akan mendatangkan 6 hingga 8 Airbus untuk menggantikan 6 Boeing yang masih ada saat ini," ujar CEO Mandala, Warwick Brady usai penandatanganan dengan Total E&P di hotel Blue Sky, Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (15/10/2008).
Mandala memang sedang berencana mengganti seluruh armada Boeing yang dimilikinya dengan Airbus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mekanisme pengirimannya paling tidak setiap dua bulan sekali datang 1 armada Airbus," jelas Warwick.
Rencana mengganti armada Boeing dengan Airbus dilakukan Mandala Airlines untuk memfokuskan manajemen perusahaan pada satu jenis pesawat saja. Kedepannya mereka hanya akan menggunakan 30 Airbus.
"Seluruh pendanaan berasal dari pemegang saham Mandala yaitu Cardig International dan Indigo Partners LLC yang akan dibayarkan bertahap hingga 2014," ujar Warwick.
Dengan memfokuskan penggunaan satu jenis pesawat saja, Mandala bisa melakukan efisiensi biaya pelatihan pilot, biaya investasi riset dan pengembangan serta perawatan pesawat.
"Dengan penggunaan satu jenis pesawat Airbus kami bisa menghemat pengeluaran sebesar 10% " ujar Warwick.
Sebagai perusahaan penerbangan ketiga terbesar di Indonesia setelah Garuda dan Lion Air, Mandala berusaha untuk terus meningkatkan pelayanan penerbangannya dengan berbagai inovasi. Strategi utamanya adalah mengedepankan ketepatan waktu dan keselamatan penumpang.
"Setelah melakukan perbaikan-perbaikan manajemen, sekitar 85% penerbangan kami berhasil meraih ketepatan waktu dengan tingkat keterlambatan hingga 15 menit," ujar Warwick.
Menurutnya, faktor di atas adalah keunggulan Mandala yang tidak dimiliki kompetitor-kompetitornya. Warwick mengungkapkan, hal itu disebabkan Mandala menjadikan standar penerbangan internasional sebagai benchmark bisnisnya.
"Kami tidak menjadikan kompetitor-kompetitor kami dan standar penerbangan lokal sebagai acuan. Standar yang menjadi acuan kami adalah standar internasional," ujar Warwick.
Berbekal prinsip tersebut, Mandala optimis dapat menjadi perusahaan penerbangan yang cukup diperhitungkan dalam era pasar bebas yang akan datang. (dro/ddn)











































