Europe Meeting (ASEM). Selain membahas kerjasama kedua negara, SBY juga menggagas
pertemuan inisiatif sebagai solusi untuk mengatasi krisis keuangan global yang saat ini
melanda dunia.
Inisiatif tersebut SBY sampaikan saat bertemu dengan PM Singapura di Hotel Grand
Hyatt Beijing. Dengan inisiatif Chiang Mai, diharapkan krisis ekonomi global dapat
segera teratasi.
"Kita hanya tentang inisiatif Chiang Mai," ujar juru bicara kepresidenan Dino Patti
Djalal setelah mendampingi SBY bertemu dengan PM Singapura di Hotel Grand Hyatt,
Bejing, Singapura, Kamis (23/10/2008) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Singapura terkait hal tersebut.
Dino menambahkan, hal ini akan lebih intensif dibicarakan dalam pertemuan para
pemimpin ASEAN plus 3, yakni China, Korea Selatan dan Jepang besok pagi dalam
breakfast meeting di Great Hall of People's, China.
"Peran China juga sangat penting dalam hal ini. Kita masih menggodoknya. Lihat saja
besok," ujar Dino.
Sebelumnya, dalam acara The 11th Asian-Europe Business Forum (AEBF) di Hotel China
World, Beijing, pada Kamis pagi, SBY juga membahas masalah tersebut. Menurutnya, kerjasama antarnegara sangat diperlukan untuk mengatasi krisis keuangan global.
Dalam ceramahnya, Presiden SBY menekankan perlunya join aksi koordinasi dan peningkatan kerjasama antara pemerintah dan sektor swasta di wilayah Asia dan Eropa dalam suasana krisis keuangan global seperti sekarang.
"Kekacauan finansial global sekarang ini memaksa seluruh ekonomi untuk merespons dan beradaptasi," kata Presiden SBY.
Untuk mengatasi ketidakpastian pasar keuangan global, Indonesia tetap berjaga-jaga dan waspada. Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah cepat dengan melakukan diskusi intensif dengan sektor swasta, analis, dan pihak-pihak yang berkepentingan, seperti parlemen.
Presiden dalam ceramahnya juga menyampaikan dua pilar untuk memperkuat kerjasama di Asia Timur. Pilar pertama, kerjasama sektor keuangan pada ASEAN +3, yakni Jepang, China, dan Korea Selatan.
"Akibat krisis keuangan Asia pada tahun 1997/1998, wilayah ini sudah meningkatkan kerjasama antara para menteri keuangan ASEAN +3. Hal ini perlu diperkuat dan diperaktif," ujar SBY.
Pilar kedua, adalah memastikan aliran perdagangan dan investasi berlanjut untuk memberikan keuntungan yang sama bagi wilayah.
Kawasan Asia diharapkan dapat menjadi satu wilayah yang dapat terus tumbuh secara positif. Ini berarti, Asia akan menjadi alternatif pasar ekspor yang penting bagi pasar negara maju saat resesi.
"Kita dapat bangkit dari krisis ini bila kita bertindak cepat, komprehensif dan bekerjasama. Forum multilateral dan regional dapat mengambil perannya masing-masing. Namun ini tergantung pada masing-masing negara, pemimpin, menteri, pemerintah lokal, sektor swasta, poltisi, dan masyarakat secara umum untuk," tegas SBY.
(anw/qom)











































