Negara-negara itu antara lain Spanyol yang permintaannya turun dari total transaksi tahun lalu US$ 23,91 juta menjadi US$ 2,07 juta atau anjlok 91,33%.
Australia anjlok dari US$ 13,71 juta tahu lalu menjadi US$ 2,24 juta, disusul oleh Jepang yang turun 42,35% dari US$ 11,26 juta menjadi US$ 6,49 juta dan Taiwan turun 47% dari U$ 9,88 juta hanya menjadi US$ 5,2 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun menurut Mari, saat ini Indonesia cukup beruntung karena permintaan negara-negara non-tradisional mulai menunjukan permintaan yang tinggi terhadap produk-produk Indonesia. Sehingga ancaman tertahannya ekspor bisa ditekan karena adanya pasar-pasar baru.
Hasil transaksi TEI sendiri, Departemen Perdagangan nampaknya harus gigit jari karena tidak mencapai target. Total transaksi TEI ke-23 hanya tercapai US 214,17 juta atau masih jauh dari target transaksi sebesar US$ 220 juta.
Namun Departemen Perdagangan mengklaim meskipun tidak mencapai target, transaksi TEI tahun ini mengalami peningkatan 2,8% dari tahun sebelumnya yang hanya US$ 208,26 juta.
Negara-negara non tradisional yang cukup besar transaksinya di TEI 2008 antara lain Mesir yang membukukan US$ 28,47 juta, Bulgaria US$ 12,25 juta, Arab Saudi US$ 6,26 juta, Sudan US$ 4,65, Brazil US$ 3,14 juta dan lain-lain. (hen/ddn)










































