Singapura Identifikasi 7 Perusahaan RI Jadi Penyebab Karhutla

Singapura Identifikasi 7 Perusahaan RI Jadi Penyebab Karhutla

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Sabtu, 17 Okt 2026 20:29 WIB
A family looks at the Singapore skyline at 2:10 p.m. as it is shrouded in haze on October 15, 2026. The Singapore government has announced safety measures for vulnerable citizens due to rising air pollution levels in the past few days. The haze is ca
Ilustrasi/Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto
Jakarta -

Singapura mengidentifikasi 7 perusahaan yang diduga menyebabkan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Informasi ini didapat usai dilakukannya penyelidikan oleh National Environment Agency (NEA).

Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup Singapura Grace Fu, memperingatkan, perusahaan perusahaan tersebut untuk menghentikan atau tidak melakukan pembakaran apapun. Pemerintah Singapura juga meminta perusahaan menyerahkan rencana tindakan bagaimana akan memadamkan kebakaran dan mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Fu tidak merinci apakah perusahaan-perusahaan tersebut berasal dari Singapura atau Indonesia. Ia hanya menyebutkan perusahaan-perusahaan itu berlokasi di Sumatera.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami belum menemukan keterkaitan dengan pelanggan lain atau perusahaan terkait lainnya, sehingga kami belum dapat mengonfirmasi atau memberikan informasi apakah perusahaan-perusahaan tersebut mengarah ke Singapura atau yurisdiksi lain," kata dia dikutip dari Business Times, Sabtu (17/10/2026).

Sebanyak tiga dari perusahaan tersebut, Bumi Andalas Permai, SBA Wood Industries, dan Bumi Mekar Hijau merupakan pemasok kayu bagi Asia Pulp & Paper, yang merupakan bagian dari Sinar Mas Group.

ADVERTISEMENT

Perusahaan Singapura Juga Diselidiki

Perusahaan yang terdaftar di bursa Singapura juga diselidiki terkait dugaan pembukaan lahan dengan cara membakar. Perusahaan itu adalah anak perusahaan produsen kelapa sawit Kencana Agri, yang terdaftar di bursa Singapura.

Mengutip Straits Times, Kencana telah buka suara. Perusahaan menyebut kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memang juga terjadi pada sekitar 62 hektare (ha) lahan di dalam area konsesi yang dikelola oleh anak-anak perusahaannya di Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur.

Pihak perusahaan menyatakan bahwa kebakaran tersebut merambat dari lahan di sekitarnya, bukan berasal dari kegiatan operasional mereka. Pengungkapan ini disampaikan sebagai tanggapan atas pertanyaan dari Singapore Exchange Regulation (SGX RegCo) terkait kebakaran hutan dan lahan gambut yang baru-baru ini terjadi di Indonesia, yang menyebabkan kabut asap lintas batas yang berdampak pada Singapura, Malaysia, dan Indonesia.

Beberapa juga mengatakan adanya kebakaran di dalam area konsesi mereka, namun membantah bahwa mereka yang memulainya.

Daftar 7 Perusahaan

  1. Bumi Andalas Permai
  2. Bumi Mekar Hijau
  3. Paramitra Mulia Langgeng
  4. Sumatera Alam Anugerah
  5. SBA Wood Industries
  6. Hutan Lestari Raya
  7. Bangkanesia
(igo/ara)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads