Produksi Padi 2008 Diprediksi Capai 60,28 Juta Ton

Produksi Padi 2008 Diprediksi Capai 60,28 Juta Ton

- detikFinance
Senin, 03 Nov 2008 15:49 WIB
Produksi Padi 2008 Diprediksi Capai 60,28 Juta Ton
Jakarta - Produksi padi Indonesia selama tahun 2008 diprediksi mencapai 60,28 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Produksi itu berarti meningkat 3,12 juta ton (5,46 persen) dibandingkan produksi tahun 2007.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan, kenaikan produksi padi berdasarkan Angka Ramalan (ARAM) III itu disebabkan karena meningkatnya luas panen.

"Jadi meskipun kita tahu perkembangan pembangunan properti seperti real estate, apartemen berkembang, tapi luas panen kita juga berkembang. Selain itu yang terkena banjir atau puso juga berkurang, musim panen juga membaik," kata Rusman dalam konferensi pers di kantor pusat BPS, Jalan DR Sutomo, Jakarta, Senin (3/11/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kenaikan produksi diperkirakan terjadi karena peningkatan luas panen seluas 195,98 ribu hektar (1,61 persen) dan juga produktivitas sebesar 1,78 kuintal/hektar (3,78 persen).

Kenaikan produksi padi tahun 2008 diperkirakan terjadi di beberapa provinsi terutama di Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat dan Sulawesi Tengah.

Jika angka produksi tersebut tercapai dan dalam dua bulan terakhir tidak ada impor, maka menurut Rusman, Indonesia bisa disebut benar-benar swasembada.

Kedelai


BPS juga mencatat, ARAM III produksi kedelai tahun 2008 diperkirakan sebesar 761,21 ribu ton biji kering. Angka itu berarti naik 168,67 ribu ton (28,47 persen) dibandingkan produksi tahun 2007 (ATAP).

Kenaikan produksi diperkirakan terjadi karena peningkatan luas panen seluas 120,48 ribu hektar (26,24 persen) dan produktivitas sebesar 0,22 kuintal/hektar (1,70 persen). Kenaikan produksi kedelai tahun 2008 diperkirakan terdapat di beberapa provinsi terutama di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Utara.

Menurut Rusman, kenaikan itu disebabkan karena pada saat kenaikan harga, para petani berlomba-lomba untuk mengkonversi lahannya untuk lahan kedelai.

"Dengan kenaikan ini diharapkan akan mengurangi ketergantungan para pengusaha tahu tempe di Indonesia terhadap impor kedelai," ujarnya.

Jagung

Untuk produksi Jagung, berdasarkan ARAM III diperkirakan mencapai 15,86 juta ton pipilan kering. Dibandingkan produksi tahun 2007 (ATAP), terjadi kenaikan sebanyak 2,57 juta ton (19,36persen).

Kenaikan produksi diperkirakan terjadi karena peningkatan luas panen seluas 292,75 ribu hektar (8,06 persen) dan produktivitas sebesar 3,83 kuintal/hektar (10,46 persen).

Kenaikan produksi jagung tahun 2008 diperkirakan terjadi di beberapa provinsi terutama di Provinsi Jawa Timur, Lampung, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Gorontalo, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.
(qom/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads