Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan, kenaikan produksi padi berdasarkan Angka Ramalan (ARAM) III itu disebabkan karena meningkatnya luas panen.
"Jadi meskipun kita tahu perkembangan pembangunan properti seperti real estate, apartemen berkembang, tapi luas panen kita juga berkembang. Selain itu yang terkena banjir atau puso juga berkurang, musim panen juga membaik," kata Rusman dalam konferensi pers di kantor pusat BPS, Jalan DR Sutomo, Jakarta, Senin (3/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenaikan produksi padi tahun 2008 diperkirakan terjadi di beberapa provinsi terutama di Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat dan Sulawesi Tengah.
Jika angka produksi tersebut tercapai dan dalam dua bulan terakhir tidak ada impor, maka menurut Rusman, Indonesia bisa disebut benar-benar swasembada.
Kedelai
BPS juga mencatat, ARAM III produksi kedelai tahun 2008 diperkirakan sebesar 761,21 ribu ton biji kering. Angka itu berarti naik 168,67 ribu ton (28,47 persen) dibandingkan produksi tahun 2007 (ATAP).
Kenaikan produksi diperkirakan terjadi karena peningkatan luas panen seluas 120,48 ribu hektar (26,24 persen) dan produktivitas sebesar 0,22 kuintal/hektar (1,70 persen). Kenaikan produksi kedelai tahun 2008 diperkirakan terdapat di beberapa provinsi terutama di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Utara.
Menurut Rusman, kenaikan itu disebabkan karena pada saat kenaikan harga, para petani berlomba-lomba untuk mengkonversi lahannya untuk lahan kedelai.
"Dengan kenaikan ini diharapkan akan mengurangi ketergantungan para pengusaha tahu tempe di Indonesia terhadap impor kedelai," ujarnya.
Jagung
Untuk produksi Jagung, berdasarkan ARAM III diperkirakan mencapai 15,86 juta ton pipilan kering. Dibandingkan produksi tahun 2007 (ATAP), terjadi kenaikan sebanyak 2,57 juta ton (19,36persen).
Kenaikan produksi diperkirakan terjadi karena peningkatan luas panen seluas 292,75 ribu hektar (8,06 persen) dan produktivitas sebesar 3,83 kuintal/hektar (10,46 persen).
Kenaikan produksi jagung tahun 2008 diperkirakan terjadi di beberapa provinsi terutama di Provinsi Jawa Timur, Lampung, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Gorontalo, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.
(qom/ir)










































