Solar dan Minyak Tanah Tak Turun Karena Subsidi Tak Cukup

Solar dan Minyak Tanah Tak Turun Karena Subsidi Tak Cukup

- detikFinance
Jumat, 07 Nov 2008 10:50 WIB
Solar dan Minyak Tanah Tak Turun Karena Subsidi Tak Cukup
Jakarta - Pemerintah hanya menurunkan harga Premium gopek per liter, sementara solar dan minyak tanah tak berubah. Pemerintah beralasan dana subsidi sudah tak cukup untuk mendukung penurunan harga solar dan minyak tanah.
 
Demikian disampaikan Dirjen Migas Departemen ESDM Evita Legowo dalam diskusi mengenai penurunan BBM di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (7/11/2008).
 
"Ini terkait beban pemerintah. Tidak mungkin kita turunkan juga Solar dan Kerosin (minyak tanah). Kami rasa anggarannya juga sudah mentok," katanya.
 
Evita menuturkan, dari alokasi subsidi BBM di APBNP 2008 sebesar Rp 126 triliun, hingga bulan Oktober sudah terpakai Rp 133,2 triliun. Kelebihan kebutuhan anggaran ini diambil dari bantalan yang tersedia sebesar Rp 8,2 triliun.
 
Subsidi BBM melonjak tajam terutama saat harga minyak dunia melejit hingga US$ 147 per barel. Pada saat itulah subsidi BBM terkuras habis.
 
Namun kini saat harga minyak menurun, baru Premium bersubsidi yang mendekati harga keekonomian. Premium bersubsidi yang kini dijual Rp 6.000 tidak jauh berbeda  dengan harga keekonomiannya yang sekitar Rp 6.400.Sementara untuk harga Solar dan minyak tanah bersubsidi, kata Evita, masih jauh dari harga keekonomiannya.
 
"Terutama minyak tanah masih jauh dari keekonomian. Jadi tidak mungkin diturunkan. Solar sendiri masih jauh, jadi Premium dipilih karena memang paling dekat keekonomiannya," katanya.

Seperti diketahui, pemerintah akan menurunkan harga premium Rp 500 menjadi Rp 5.500 per liter mulai 1 Desember. Sementara harga solar tetap Rp 5.500 dan minyak tanah Rp 2.500. Pemerintah juga berjanji akan terus mengevaluasi harga BBM setiap bulan. Untuk penurunan premium kali ini, ada tambahan subsidi BBM Rp 750 miliar.

(lih/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads