Penjualan Properti Komersial Diprediksi Melambat

Penjualan Properti Komersial Diprediksi Melambat

- detikFinance
Senin, 10 Nov 2008 12:32 WIB
Penjualan Properti Komersial Diprediksi Melambat
Jakarta - Di tengah tekanan krisis keuangan global, permintaan terhadap ruang perkantoran sewa di Jakarta masih positif. Namun untuk kedepan, penjualan ruang perkantoran diprediksi akan mengalami perlambatan.

Hal itu disebabkan karena melambatnya pertumbuhan ekonomi akibat krisis keuangan global yang berakibat terhadap penundaan rencana investasi pada beberapa proyek properti.  

Untuk kuartal III-2008, masih terjadi kenaikan permintaan tingkat hunian properti komersial dari 86,87% di kuartal II-2008 menjadi 87,68% di kuartal III-2008.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Demikian Hasil Survei Properti Komersial yang dikutip detikFinance dari situs BI, Senin (10/11/2008).

Kenaikkan tingkat hunian perkantoran sewa terutama berasal dari kenaikan permintaan terhadap ruang perkantoran di daerah Central Business District (CBD).

Dari survei tersebut juga dikatakan pasokan perkantoran sewa di Jakarta pada kuartal III-2008 sebesar 5,75 juta m2 atau meningkat 0,54% dibanding kuartal sebelumnya dan meningkat 5,32% dibanding periode yang sama tahun 2007. Dimana penambahan pasokan tersebut berasal dari selesainya pembangunan gedung Grand Indonesia.

Selain itu dalam survei tersebut juga dikatakan rata-rata tarif sewa gedung perkantoran pada kuartal III-2008 turun sebesar 1,25% menjadi Rp 144.484/m2/bulan dibandingkan kuatrtal sebelumnya.

Penurunan tarif sewa tersebut didorong oleh penurunan tarif sewa beberapa gedung yang usianya sudah cukup tua dan mengalami penurunan kualitas serta melemahnya nilai tukar rupiah terhadap US Dolar.

Selain itu, untuk tingkat penjualan ruang perkantoran apda kuartal III-2008 tercatat sebesar 94,44% atau meningkat 1,61% dibanding kuartal sebelumnya dan meningkat 7,09% dibanding periode yang sama tahun 2007. Peningkatan penjualan ini sebagian besar berasal dari pasokan ruang perkantoran yang baru.

Sementara itu pada kuartal III-2008 juga terjadi kenaikkan harga jual ruang perkantoran yaitu sebesar 2,41% dibanding kuartal sebelumnya  menjadi Rp 15,23 juta/m2. Kenaikkan harga jual ruang perkantoran ini didorong oleh permintaan, selain itu kenaikkan harga jual juga disebabkan karena melemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.

(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads