Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Corporate Network sekaligus pakar Economist Intelligence Unit (EUI) Justin Wood dalam siaran pers di acara Economist Conference di Hotel Shangrila, Jakarta, Rabu (12/11/2008).
"Kondisi perekonomian Indonesia akan memburuk, dengan prediksi pertumbuhan turun drastis ke 3,7% pada tahun 2009. Semakin jelas terlihat bahwa tidak ada satu negara pun yang kebal krisis keuangan global yang menlanda dunia," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Oktober lalu, EUI menerbitkan sebuah laporan yang mengkaji resiko bisnis di Indonesia. Selain adanya penurunan pertumbuhan ekonomi, laporan tersebut juga memperkirakan adanya aliran modal keluar dari Indonesia pada tahun depan. Jika ini benar-benar terjadi, bisa mengakibatkan perusahaan-perusahaan mengalami kesulitan pendanaan karena cadangan valuta asing menipis.
Laporan kajian tersebut juga memperingatkan akan adanya masa-masa sulit yang akan dihadapi Indonesia dalam waktu mendatang, yang terlihat dari pasar modal dan hutang yang sudah mulai terpengaruh krisis global, bersamaan dengan resiko yang muncul karena sejumlah besar surat hutang negara yang dipegang oleh investor-investor asing.
"Nilai rupiah terhadap dolar Amerika telah turun secara drastis dalam beberapa
minggu terakhir, meskipun kejatuhan mata uang atau krisis neraca pembayaran tidak akan terjadi pada tahap ini. Bank Indonesia telah memperketat kebijakan keuangan tahun ini demi menjaga inflasi dengan menjaga suku bunga tinggi dalam. Namun, kebijakan tersebut akan mengurangi pembelanjaan konsumen dan investasi yang pada akhirnya akan memperlambat perekonomian di Indonesia," jelasnya
Namun ia menegaskann, Indonesia sendiri telah membuat perbaikan-perbaikan penting bagi perekonomian di tahun-tahun terakhir ini yang akan membantu Indonesia untuk bertahan dalam menghadapi krisis finansial dan ekonomi.
"Hutang sektor publik telah diturunkan besar-besaran sejak tahun 2000 silam. Hal ini memberi keleluasaan pemerintah untuk melakukan stimulus fiskal di masa mendatang," katanya. (ang/lih)











































