Demikian disampaikan Dirut PLN Fahmi Mochtar disela rapat dengan DPD di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu (12/11/2008).
"Kita sudah pernah kontrak dengan angka sekian, ada batubara kalori 5.200/kg harganya US$ 70-80 per ton. Terus ada kecenderungan mereka meminta lebih dari itu. Setelah kita cek yang mereka minta itu lebih tinggi dari harga HPS di Barlow Jongker dan ICI. Gimana kita mau mempertanggung jawabkannya?" tungkasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun sejak difasilitasi pemerintah, akhirnya delapan produsen batubara kelas kakap bersedia memasok sebagian batubaranya ke PLN sebanyak 2,4 juta ton.
"Jadi delivery secara umum sudah disepakati untuk November, Desember dan Januari. Tanggalnya masing-masing," katanya.
Tambahan pasokan batubara untuk tujuh pembangkit PLN ini dibutuhkan untuk memenuhi standar stok di pembangkit yang seharusnya mencapai 30 hari. Apalagi jika pembangkit 10.000 MW mulai beroperasi, maka PLN membutuhkan lebih banyak pasokan batubara lagi.
"Kedepan kita kan banyak pakai batubara seperti 10.000 MW, ada jaminan nggak kalau ke depan tidak terulang lagi," katanya. (lih/qom)











































