Seperti dilaporkan wartawan detikcom dari Washington DC, Arifin Asydhad, pertemuan SBY dan Taro Aso digelar di Washington Room, Hotel Ritz Carlton, Washington DC sekitar pukul 16.00 hingga 16.25, Jumat (14/11/2008) waktu setempat. Seusai pertemuan, tidak ada jumpa pers dari keduanya.
Juru Bicara Kepresidenan Bidang Luar Negeri Dino Patti Djalal menjelaskan, pertemuan yang digagas Taro Aso ini dilakukan untuk menghadapi G20 Summit. Dalam pertemuan, Taro Aso dan SBY bertukar pendapat dan melakukan koordinasi sebagai sesama negara Asia menghadapi pertemuan penting nanti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut SBY, kata Dino, Jepang memiliki peranan penting secara global dan internasional, terutama dalam keseimbangan pasar keuangan. Sebab saat ini Jepang merupakan salah satu motor ekonomi dunia. "Bila ekonomi dunia labil, maka peranan Jepang terhadap ekonomi negara-negara Asean akan meningkat," ujar dia.
Selain itu, kata Dino, dalam pertemuan itu, Presiden SBY juga menyinggung mengenai Chiang Mai Initiative (CMI) yang saat ini sedang dalam tahap finalisasi. Bila memang inisiatif itu sudah ditetapkan, maka SBY berharap hal itu segera direalisasikan.
Setelah bertemu Taro Aso, pada Jumat malam, Presiden SBY menghadiri jamuan makan malam bersama Presiden AS George Bush di Gedung Putih. Setelah jamuan makan malam selesai sekitar pukul 20.40 waktu setempat, Presiden melakukan kegiatan internal untuk bersiap menghadapi G20 Summit.
Dalam acara G20 Summit yang akan berlangsung di National Building Museum di 401 F st, N.W, Washington DC Sabtu pagi nanti, SBY akan mendapat giliran nomor empat untuk menyampaikan pidato. SBY berpidato setelah Presiden AS, Presiden Brasil dan Presiden China. Dalam forum ini, setiap kepala pemerintahan akan didampingi oleh menteri keuangan.
(asy/qom)











































