Hal ini disampaikan Presiden SBY saat jumpa pers mengenai hasil G20 Summit di Hotel Ritz Carlton, Washington, DC, Sabtu (15/11/2008) malam atau Minggu (16/11/2008) WIB. SBY didampingi sejumlah menteri, seperti Menlu Hassan Wirajuda, Mensesneg Hatta Rajasa, dan Mendag Mari E Pangestu dan sejumlah delegasi.
Pernyataan SBY ini disampaikan saat menjawab pertanyaan wartawan, apakah Indonesia akan melibatkan IMF dalam upaya program Global Expenditure Support Fund. Salah satu hasil dari G20 Summit adalah pemberian stimulus bantuan dana bagi negara-negara berkembang yang kekurangan finansial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Presiden SBY, memang selama ini peran IMF di masa lalu masih menjadi trauma. Karena itu, pemerintah akan sebisa mungkin menghindarinya. "Tapi, sebenarnya peran IMF tetap kita perlukan, asal tidak menggunakan sistem yang dulu," jawab SBY.
Salah satu hasil kesepakatan yang dicapai dalam G20 Summit adalah dibutuhkannya reformasi di IMF. Salah satunya IMF harus benar-benar mendukung negara-negara berkembang untuk meningkatkan pertumbuhan ekonominya. (asy/asy)











































