Hal tersebut disampaikan Ketua Bidang Kerjasama dan Advokasi Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Adhi Siswaja Lukman di gedung Departemen Perindustrian, Jakarta, Selasa (25/11/2008).
"Bulan ini penuruan produksi 15% sampai 30% dibandingkan dengan tahun lalu, ini informasi dari berapa anggota, range-nya seperti itu tapi kita tidak tahu berapa volumenya, masing-masing anggota yang tahu," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai akhir tahun pihaknya memperkirakan akan terjadi penurunan ekspor hingga 20% di negara-negara utama tujuan ekspor mamin Indonesia.
"Ekspor pasti akan turun, Amerika itu mamin bisa sampai 6T sampai akhir tahun akan tutun 20% itu ke Amerika belum kenegara lain," jelasnya.
Ia memperkirakan omzet mamin di pasar domestik tahun ini mencapai Rp 350 triliun, sedangkan pada tahun lalu Rp 340 trilun, sedangkan untuk ekspor ditargetkan mencapai Rp 30 trilliun.
Namun ia optimis, meski ekspor turun dan pertumbuhan di semester dua minus 3,4%, pertumbuhan di semester dua akan mendongkrak hingga sampai 2%.
"Kita harapkan semester dua ada pertumbuhan 2% saja kita bagus, walaupun kita menargetkan 5%," katanya.
(hen/qom)











































