Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di Kantor
Kementerian BUMN, Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (27/11/2008).
"Kita tidak mengatur maunya partner seperti apa, terserah mereka (Pertamina) saja," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi sudah ada beberapa pihak dinominasikan. Jadi tinggal tunggu proses saja," ujarnya.
Seperti diketahui, Pertamina membutuhkan partner yang akan digandengnya mengelola blok Natuna. Pengembangan Natuna memang tidak bisa dilakukan Pertamina seorang diri karena biayanya yang mahal dan kebutuhan teknologi yang canggih.
Saking mahalnya investasi dan canggihnya teknologi yang dibutuhkan, Pertamina berencana menggandeng partner lebih dari satu yang akan diminta membentuk konsorsium.
Saat ini Pertamina sudah mengantongi short list calon partner yang akan dipilih menjadi gandengan baru mengelola blok gas dengan kandungan CO2 hingga 70% ini.
Delapan perusahaan yang makin dekat menjadi partner Pertamina adalah ExxonMobil Corp, Total SA, Chevron Corp, StatOil, Royal Dutch/Shell, China National Petroleum Corp. Petronas, dan Eni SpA.
(ang/lih)











































