Hal ini disampaikan oleh Dirjen Industri Logam, Mesin, Tekstil dan Aneka Depperin Ansari Bukhari di Pabrik Yamaha Music di Cikarang, Jakarta, Senin (1/12/2008).
Dari hitungan sementara Depperin, diusulkan dana sebesar Rp 4 triliun untuk sektor baja, Rp 600 miliar untuk industri alas kaki, tekstil Rp 2,2 dan lain-lain. Depperin juga akan memfokuskan pada sektor yang pemanfaatan kandungan lokalnya (TKDN) yang tinggi sebagai upaya sekaligus memajukan komponen lokal.
"Saya akan mengusulkan bagi yang bahan bakunya kalau dibeli dalam negeri, kalau scrap-nya impor nggak usah lah," katanya.
Khusus untuk industri baja, lanjut, Ansari, pihaknya akan menerapkan secara keseluruhan dari hulu sampai hilir ternasuk produk HRC, yang bahan bakunya dari dalam negeri.
"Ini usulan kita, kita nggak tahu berapa yang diterima, permintaan kita begitu akan kita bahas lagi," jelasnya.
Sebelumnya pemerintah melalui Departemen Keuangan telah menyiapkan plafon sebesar Rp 12,5 triliun yang diperuntukkan bagi pengembangan sektor riil dalam antisipasi krisis global. Diantaranya yaitu pembebasan bea masuk ditanggung pemerintah (BMDTP) senilai Rp 2,5 triliun dan pembebasan PPN sebesar Rp 10 triliun.
(hen/qom)










































