Selain fly over Cikarang, Djoko juga meresmikan fly over Ciputat, fly over Sudirman, under pass Ciledug, under pass Semplak, dan peningkatan jalan Cakung hingga Cilincing.
"Maka diharapkan setelah ini pergerakan ekenomi nasional dan regional bisa meningkat," katanya dalam acara peresmian di fly over Cikarang, Jumat (5/12/2008).
Ia menambahkan total dana yang dipakai dalam mengerjakan proyek-proyek itu mencapai Rp 400 miliar lebih. Sebagai bagian dari upaya memperlancar arus barang di kawasan Jabodetabek, dan mendukung geliat ekonomi nasional.
Pendanaan untuk fly over Ciledug Rp 48 miliar, Ciputat Rp 112 miliar, Semplak Rp 75 miliar, Cikarang Rp 39 miliar, peningkatan Cakung sampai Cilincing Rp50 miliar, akses Marunda Rp 30 miliar, fly over Sudirman Rp 50 miliar.
Dikatakannya, Fly Over Cikarang merupakan akses utama yang menghubungkan beberapa kawasan industri Cikarang dengan kondisi lalulintas padat serta dilalui kendaraan berat yang biasa dipakai oleh 2000 industri dari 27 negara di kawasan Cikarang.
Pembangunan Fly Over Cikarang merupakan kewajiban pemerintah sebagaimana tercantum dalam nota kesepahaman antara Departemen PU, sejumlah pemerintah daerah, PT Jasa Marga Tbk, serta tujuh kawasan industri di Cikarang, Bekasi.
"Jabodetabek posisi jaringan jalan akan memfasilitasi kota inti dan sekitar sehingga arus barang bisa berlangsung efektif dan efisien," seru Djoko.
Ia juga meminta kepada pemerintah daerah yang sudah memiliki infrastruktur termasuk fly over untuk tetap menjaga pertumbuhan disekitar jalan bisa tetap terkendali untuk itu perlu pengaturaan tata ruang yang tegas.
Sementara itu Dirjen Bina Marga Departemen Pekerjaaan Umum Hermanto Dardak mengatakan pembangunan under pass dan fly over dalam rangka melancarkan pergerakan arus barang dan jasa di Jakarta- Bogor- Tangerang hingga Bekasi.
Pembangunan fly over maupun under pass dibangun di Jalan Lingkar dan Radial seperti di Selatan fly over Semplak dan Ciputat, sedangkan di Barat under pass Ciledug dan fly over Sudirman untuk memperlancar jalan menuju bandara Soekarno Hatta.
Sedangkan peningkatan jalan Cakung - Cilincing menuju Tanjung Priok menjadi tiga lajur masing-masing arah sehingga mobilitas menuju Tanjung Priok dapat lebih lancar melayani 80.000 peti kemas per hari.
Dikatakannya dengan adanya fly over dan underpass dapat mempercepat arus barang jasa yang semula hanya 10 kilometer per jam saja kini menjadi 50 sampai 60 kilometer seperti yang pernah di lakukan uji di fly over Ciputat.
(hen/qom)











































