Pengusaha Perpanjang Tenor Kredit Sepeda Motor

Pengusaha Perpanjang Tenor Kredit Sepeda Motor

- detikFinance
Sabtu, 06 Des 2008 11:33 WIB
Pengusaha Perpanjang Tenor Kredit Sepeda Motor
Jakarta - Perusahaan pembiayaan atau leasing sepeda motor mulai memperpanjang jangka waktu kredit sepeda motor dari semula 3 tahun menjadi 5 tahun. Perpanjangan waktu itu diharapkan bisa meringankan nasabah yang membeli sepeda motor di saat krisis global seperti ini.

"Saya dengar dari beberapa perusahaan, mereka akan menyesuaikan jangka waktu tenor 3 tahun menjadi 5 tahun sehingga meringankan pemilik motor," kata Menteri Perindustrian Fahmi Idris disela-sela acara pembukaan Jakarta Motorcycle Show 2008 di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (6/12/2008).

Untuk pembeli sepeda motor yang berpenghasilan tetap dan tidak kena PHK, menurut Fahmi kredit yang disalurkan lebih aman. "Kalau tidak aman akan diperpanjang sehingga jadi lebih ringan," ujar Fahmi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, 80% penjualan sepeda motor menggunakan transaksi leasing. Namun meski krisis menjalar ke banyak sektor, industri sepeda motor relatif tidak begitu berpengaruh. Tingginya pembelian motor ini karena motor telah menjadi alternatif utama transportasi di Indonesia karena tidak memadainya transportasi massal seperti monorel dan subway.

Komposisi pengguna motor saat ini adalah karyawan swasta 29%, wiraswasta 27%, pelajar dan mahasiswa 24%, karyawan pemerintah serta TNI-Polri 8% dan lain lain 12%. "Jadi motor ini luar biasa sekali," katanya.

Industri sepeda motor juga bersumbangsih dalam penyediaan lapangan kerja. Saat ini di Indonesia terdapat 40 industri perakitan, 165 industri komponen lapis pertama, 600 ribu industri komponen lapis kedua, 18.000 authorized service dan spare part dan 12.000 authorized service, serta 400.000 tenaga kerja terdistribusi. Angka tersebut belum termasuk angka tenaga kerja informal lainnya seperti bengkel, tambal ban.

Penjualan sepeda motor dalam negeri tahun 2007 sebesa 4,7 juta unit dan diprediksi akan meningkat sampai akhir tahun 2008 sebesar 6 juta karena indikasi permintaan pasar dalam negeri yang terus meningkat.

Sementara ekspor produk sepeda motor dan komponennya juga tumbuh secara signifikan. Hingga September 2008 penjualan mencapai sebesar 51 ribu unit yang diekspor ke berbagai negara tujuan atau naik 99% dari total ekspor di tahun lalu 25,6 ribu unit.

Dari sisi teknologi, industri sepeda motor di Indonesia juga makin maju karena telah menghasilkan produksi yang ramah lingkungan dengan standar emisi euro 2 dan hemat bahan bakar 50-60 km per liter. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads