Konsumsi Ritel Harian Masih Bisa Tumbuh 15% Tahun 2009

Konsumsi Ritel Harian Masih Bisa Tumbuh 15% Tahun 2009

- detikFinance
Kamis, 11 Des 2008 15:02 WIB
Konsumsi Ritel Harian Masih Bisa Tumbuh 15% Tahun 2009
Jakarta - Konsumsi barang-barang ritel harian diperkirakan masih akan bisa tumbuh meskipun krisis global secara tidak langsung masih akan memukul daya beli masyarakat. Pertumbuhan sektor ritel secara keseluruhan pada tahun 2009 diperkirakan masih bisa mengalami pertumbuhan hingga 15%.

Hal ini disampaikan oleh  Direktur Layanan Retail ACNielsen Indonesia Yongky Surya Susilo disela-sela acara anugrah produk asli Indonesia 2008, di Balai Kartini Jakarta, Kamis (11/12/2008)

"Saya prediksi  tahun depan dengan keadaan inflansi yang lebih baik, BI rate yang lumayan, masih ada pertumbuhan sekitar 13% sampai 15% masih tetap double digit  pertumbuhannya untuk total 2009.  Jadi untuk penjualan barang-barang konsumen sehari-hari pada 2009 tidak terpengaruh," jelasnya panjang lebar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengenai target pertumbuhan retail sampai akhir 2008, menurutnya masih sesuai dengan rencana awal peritel yaitu  naik sekitar 22% sampai dengan oktober 2008. Diakuinya memang ada penurunan untuk produk-produk mie instan karena mengalami kenaikan harga yang tinggi.

"Kalau barang non primer seperti elektronik memang sudah turun, tapi lumrah karena memang setiap abis lebaran begitu, duitnya habis jadi tidak membeli produk elektronik," ujarnya.

Untuk tahun  2009  dikatakannya kemungkinan akan ada dampak bagi barang-barang elektronik, yang merupakan prilaku alami  masyarakat untuk bisa nahan kebutuhan non primer.

"Delay-nya sampai bulan Juni-Juli masih melemah, tapi semester kedua akan kembali bagus. kalau barang-barang konsumsi memang dampaknya (krisis finansial global) hanya sampai pertengahan tahun depan. Kalau saya bilang tidak terlalu impact," jelasnya.

Ia mencontohkan untuk barang-barang seperti  mobil, motor akan mengalami penurunan namun untuk motor tidak akan mengalami penurunan sedalam mobil.

"Konsumen no problem, kalau saya sih masih optimis ritel masih bagus karena kita sudah pengalaman 10 tahun kemarin, saya sudah lihat data-datanya dan tidak ada persoalan," katanya.

Sedangkan mengenai pertumbuhan ritel, untuk minimarket akan lebih baik dibandingkan dengan skala besar. "Tapi peritel yang besar kemungkinan akan kesulitan menentukan lokasi, lokasi-lokasi  besar seperti mal yang baru itu akan banyak yang delay, seperti menunda proyeknya," jelasnya.



(hen/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads