Hal ini disampaikan oleh Direktur Layanan Retail ACNielsen Indonesia Yongky Surya Susilo disela-sela acara anugrah produk asli Indonesia 2008, di Balai Kartini Jakarta, Kamis (11/12/2008)
"Saya prediksi tahun depan dengan keadaan inflansi yang lebih baik, BI rate yang lumayan, masih ada pertumbuhan sekitar 13% sampai 15% masih tetap double digit pertumbuhannya untuk total 2009. Jadi untuk penjualan barang-barang konsumen sehari-hari pada 2009 tidak terpengaruh," jelasnya panjang lebar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau barang non primer seperti elektronik memang sudah turun, tapi lumrah karena memang setiap abis lebaran begitu, duitnya habis jadi tidak membeli produk elektronik," ujarnya.
Untuk tahun 2009 dikatakannya kemungkinan akan ada dampak bagi barang-barang elektronik, yang merupakan prilaku alami masyarakat untuk bisa nahan kebutuhan non primer.
"Delay-nya sampai bulan Juni-Juli masih melemah, tapi semester kedua akan kembali bagus. kalau barang-barang konsumsi memang dampaknya (krisis finansial global) hanya sampai pertengahan tahun depan. Kalau saya bilang tidak terlalu impact," jelasnya.
Ia mencontohkan untuk barang-barang seperti mobil, motor akan mengalami penurunan namun untuk motor tidak akan mengalami penurunan sedalam mobil.
"Konsumen no problem, kalau saya sih masih optimis ritel masih bagus karena kita sudah pengalaman 10 tahun kemarin, saya sudah lihat data-datanya dan tidak ada persoalan," katanya.
Sedangkan mengenai pertumbuhan ritel, untuk minimarket akan lebih baik dibandingkan dengan skala besar. "Tapi peritel yang besar kemungkinan akan kesulitan menentukan lokasi, lokasi-lokasi besar seperti mal yang baru itu akan banyak yang delay, seperti menunda proyeknya," jelasnya.
(hen/qom)










































