Hal ini dikatakan oleh Dirjen Pajak Darmin Nasution dalam jumpa pers di Kantor Ditjen Pajak, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (12/12/2008).
"Kalau dilihat dari pertumbuhan penerimaan pajak per bulan sejak September, Oktober dan November 2008 hanya 20%. Padahal bulan-bulan sebelumnya pertumbuhan penerimaan bisa mencapai di atas 30%," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu pada semester I-2008 pertumbuhan total penerimaan pajak adalah 50,78%, untuk pajak non migas pertumbuhannya 48,38%. Kemudian Januari-September 2008 total pertumbuhan penerimaan pajak adalah 46,39% dan untuk pajak non migas pertumbuhannya 42,37%.
"Kita lihat persentasenya melambat. Memang pertumbuhan Januari-November 2008 masih 41,04%, tapi mulai cenderung melambat karena pengaruh gejolak krisis dunia. Dalam 1 bulan di Desember ini juga akan sedikit lebih lambat lagi walaupun masih tinggi," paparnya.
Untuk 2009, Darmin mengatakan krisis yang terjadi pasti ada pengaruhnya terhadap penerimaan. "Tapi besarannya berapa, kita tunggu pemerintah mengajukan APBN-P dulu," tukasnya.
(dnl/qom)











































