Β
Hal tersebut diungkapkan Komisaris Pusri Parikesit Suprapto usai acara Gerakan Penghijauan Kampus Universitas Udayana, Denpasar, Bali, Sabtu (13/12/2008).
Β
"Sekarang Pusri lagi negosiasi dengan Pertamina untuk pasokan gas, termasuk kesesuaian harga jualnya," ungkapnya.
Β
Ia mengatakan, jika sudah tercapai kesepakatan, pipa untuk penyaluran gas yang selama ini belum ada akan dibangun oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).
Β
Ia mengatakan, jika pemenuhan jaminan pasokan gas sudah bisa memenuhi kebutuhan pabrik hingga jangka waktu 10 tahun produksi maka Pusri tidak akan kesulitan untuk mencari pinjaman perbankan.
Β
"Tapi ini kan rencana jangka panjang, jadi tidak ada target," ungkapnya.
Β
Agar upaya negosiasi berjalan dengan lancar, Ia mengatakan, sudah ada tim yang dibentuk secara khusus di Kementerian Koordinator Perekonomian.
Β
"Ini harus dirundingkan dulu. Kaitannya kan dengan beberapa Departemen, mulai dari Departemen Pertanian, Departemen Perdagangan, Departemen Perindustrian, Kementerian BUMN dan Departemen ESDM (Energi Sumber Daya dan Mineral) juga," pungkasnya.
Β
Menurutnya, revitalisasi dan pembangunan pabrik tersebut ditujukan menyambut sektor pertanian yang diperkirakan terus meningkat. Dengan begitu kebutuhan akan pupuk akan terus naik pula.
Β
"Jika sudah banyak, ekspor ke luar negeri juga akan lebih banyak. Sekarang eskpor kan masih kecil karena banyak dipakai dalam negeri," imbuhnya. (ang/lih)










































