Presiden Susilo Bambang Yudhoyono usai menggelar rapat koordinasi terbatas dengan sejumlah menteri menjelaskan, dalam menurunkan harga BBM pemerintah selalu mencermati beban subsidi yang ditanggung APBN.
Khusus untuk penurunan harga minyak tanah, hal itu belum bisa dilakukan juga karena mempertimbangkan subsidi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penurunan harga BBM ini adalah yang kedua kali sejak satu bulan belakangan. Pada 1 Desember lalu pemerintah juga menurunkan harga premium sebesar Rp 500 per liter.
"Sehingga jika dihitung sejak 1 Desember, premium sudah turun Rp 1.000 dan solar turun Rp 700," tambahnya.
Sementara itu Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, harga BBM ini akan terus dievaluasi setiap bulan.
"Bila harga minyak tetap rendah, premium akan kembali disesuaikan tiap bulan," katanya.
(lih/nwk)











































