Hal tersebut dikemukakan Sekretaris Kementerian BUMN M Said Didu usai rapat kerja bersama Komisi VI DPR di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Selasa (16/12/2008) malam.
"Target perolehan laba BUMN tahun ini, setelah dikurangi pajak sekitar 81-85 triliun," katanya.
Ia menambahkan, salah satu penyebab meningkatnya perolehan laba bersih tersebut adalah kondisi seluruh BUMN yang sudah semakin bersih.
"Tapi didukung juga dengan kenaikan harga jual komoditi di pertengahan tahun 2008, terutama komoditi tambang dan minyak," ujarnya.
Ia mengatakan, dalam memenuhi target tersebut, Pertamina masih menjadi penyumbang terbesar dengan perolehan laba sebesar Rp 27 triliun. Kemudian disusul PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) sekitar Rp 11 triliun, kemudian PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) dan PT Bank Mandiri Tbk masing-masing Rp 5 triliun.
Meski begitu, ia mengaku masih ada beberapa BUMN yang mengalami rugi bersih sehingga tidak dapat ikut menyumbang dalam pemenuhan target laba tersebut.
"Merpati masih rugi, tapi cash flow sudah positif. Selain itu PLN juga masih rugi. Tapi secara umum jumlah bumn yang rugi sudah berkurang," imbuhnya.
(ang/lih)











































