Hal ini dikatakan oleh Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta ketika ditemui di kantor Menteri Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Rabu (17/12/2008).
"60% dari pinjaman World Bank, 40% rupiah murni. Dari loan, jangan ngomong utang. Tapi itu kan recovery untuk padat karya. Untuk program padat karya perbaikan infrastruktur, jadi tidak semuanya dibiayai oleh world bank," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memang ada 22 pemda sebelumnya menolak PNPM Mandiri secara terang-terangan beroperasinya PNPM di wilayah mereka. Alasannya beragam.
PNPM ini memang diterapkan pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan di tengah kondisi krisis ekonomi yang menerpa sektor riil dan menimbulkan gelombang PHK.
(dnl/qom)











































