Hal ini disampaikan oleh Ketua Asosiasi Pemasok Garmen Indonesia Suryadi yang juga merangkap sebagai sekjen Apindo dalam acara konferensi di gedung Great River Jakarta, Jumat (19/12/2008).
"Krisis ini terasa sekali langsung turun luar biasa, diskon 50% plus 20% yang biasa pembeli ngantri kalau sekarang sudah tidak antri lagi, diskon makin genjacar tahun depan," ucapnya.
Suryadi memperkirakan para peritel akan menerapkan diskon yang semakin besar-besaran termasuk melakukan diskon rangkap seperti 50% plus 50% atau setara dengan 75%.
Ia mencontohkan pusat-pusat ritel seperti Taman Anggrek dan Pluit paling mengalami kejatuhan. Peritel saat ini mengalami dilema karena harus tetap menanggung beban sewa gedung yang mahal, listrik mahal tetapi daya beli menurun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan ia mencontohkan ada banyak pengusaha sudah membayar uang muka untuk sewa toko namun akhirnya tidak jadi buka.
"Kita belum bisa prediksi tahun depan sepert apa, pendapatan tidak turun, tapi profit turun karena banyak diskon," jelasnya.
Sementara itu Presdir Senayan City Handaka Santosa mengatakan untuk bisa menstimulus pembelian ritel pada tahun depan sebaikknya pemerintah memberikan kebijakan tax refund bagi para turis asing yang belanja ke dalam negeri.
"PPn Refund kok belum keluar juga soal orang asing sebenarnnya ini bisa membantu ritel," ujarnya.
(hen/lih)











































