Hal ini disampaikan sekretaris TKPK Sujana Royat dalam konferensi pers mengenai pelaksanan PNPM Mandiri, di kantor Menkokesra, jakarta, Senin (20/12/2008).
"Tambah Rp 5 triliun, untuk menggunakan PNPM sebagai instrumen Jaringan Pengaman Sosial (JPS) jika krisis ekonomi global terus berlangsung dan mengakibatkan PHK besar-besaran terjadi," katanya.
Tambahan dana tersebut diprioritaskan bagi daerah-daerah yang diprediksi akan menjadi pusat PHK besar-besaran seperti pusat tekstil di Bandung, Majalaya dan Klaten.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sujana juga menyatakan, PNPM Mandiri pada 2009 rencananya akan diperluas sehingga bisa mencangkup seluruh kecamatan di Indonesi sebanyak 6.408 kecamatan. Alokasi Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) pun akan ditambah menjadi rata-rata Rp 3,2 miliar.
Penyerapan 2008
Untuk 2008, imbuh Sujana, PNPM Mandiri dilaksanakan di 47.954 desa/kelurahan di 3.999 kecamatan dengan anggaran untuk bantuan langsung masyarakat (BLM) sebesar Rp 5.924 triliun.
"Total dana BLM yang telah terserap sampai 15 Desember 2008 mencapai Rp 4,663 triliun atau 79 persen."
Dana yang belum terserap hingga akhir Desember 2008, imbuh Sujana, akan terus dikucurkan hingga akhir April 2009. "Menkeu sudah bolehkan kalau BLM ini bisa dikucurkan sampai akhir April 2009," jelasnya.
(epi/lih)










































