Cabang kedua yaitu sektor semen, dan bahan galian non logam yang tumbuh hanya -1,0%. Sedangkan cabang ketiga barang kayu dan hasil hutan mengalami -0,2%.
Sedangkan sektor-sektor yang mengalami pertumbuhan positif antara lain industri makanan dan minuman dan tembakau 3%, kertas dan barang cetakan 2%, pupuk, kimia dan barang karet 1%, logam dasar, besi dan baja 1%, alat angkut mesin dan peralatan 7,7% dan industri barang lainnya 3%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertumbuhan yang semakin melorot ini, lanjut Agus, disebabkan karena dampak krisis global. Selain itu pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan hanya tumbuh 4,5%-5,5% turut menyumbang penurunan proyeksi pertumbuhan industri.
"Alat angkut tumbuh cukup besar, kecuali dari para produsen mengurangi kapasitas, ini hanya proyeksi awal saja," tambah Kepala Badan Penelitian Pengembangan Industri Dedy Mulyadi.
Dedy menambahkan bahwa dua sektor yaitu makanan-minuman dan alat angkut diharapkan bisa mendongkrak pertumbuhan Industri secara keseluruhan.
(hen/ir)











































