Kepala BPS Rusman Heriawan mengatakan, penurunan harga premium sebanyak dua kali hingga menjadi Rp 5.000 per liter dan juga penurunan harga solar menjadi Rp 4.800 per liter menjadi faktor utama besarnya potensi deflasi di Desember 2008.
"Dari dua kali penurunan harga premium dan juga penuruna harga solar, potensi deflasinya dari kedua faktor tersebut adalah 0,56%. Jadi bisa saja deflasi 0,56%, namun kita juga harus memperhitungkan kalau ada kenaikan harga barang-barang lain," jelasnya kepada detikFinance di Jakarta, Selasa (23/12/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita juga lihat tidak ada kejutan-kejutan yang terjadi pada kenaikan harga-harga barang yang lain. Dan yang jelas angkutan tidak akan naik, malah potensinya menurun tarifnya seiring penurunan BBM," katanya.
Untuk inflasi tahunan sepanjang 2008, Rusman menuturkan dengan potensi deflasi yang besar ini, maka inflasi sepanjang tahun 2008 sangat mungkin berada di bawah 11%. "Maksimal 11%, tapi tergantung Desember ini, namun Natal dan Tahun baru tidak begitu berpengaruh karena konsumsi juga tidak banyak sementara potensi deflasi cukup besar," tukasnya
Rusman mengatakan BPS akan mengumumkan inflasi atau deflasi bulan Desember 2008 pada tanggal 5 Desember 2008.
(dnl/qom)











































