Pemerintah Bersikukuh Percepat Program Konversi di 2009

Pemerintah Bersikukuh Percepat Program Konversi di 2009

- detikFinance
Jumat, 26 Des 2008 10:28 WIB
Pemerintah Bersikukuh Percepat Program Konversi di 2009
Jakarta - Meski Pertamina mengaku sulit mempercepat program konversi elpiji ke 2009, pemerintah tetap bersikukuh menyelesaikan program tersebut pada tahun depan.

Bahkan pemerintah memintah kekurangan dana untuk percepatan program tersebut ditalangi dulu oleh Pertamina dan nantinya akan dipotong dari deviden.

Demikian disampaikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro disela-sela silaturahmi Natal di rumah dinasnya, Widya Chandra, Jakarta, Kamis (25/12/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Purnomo, dana yang dianggarkan untuk pengadaan tabung elpiji 3 kg pada 2008 dalam DIPA Departemen ESDM hanya mencukupi untuk target 18 juta tabung. Namun karena akan dipercepat, maka tahun depan targetnya dinaikkan menjadi 40 juta tabung.

"Kalau kebutuhan uangnya lebih dari yang sudah dianggarkan, dibayar dulu oleh Pertamina, nanti devidennya dipotong," kata Purnomo.

Namun masalah pengadaan tabung tambahan bukan hanya dana. Kapasitas pabrikan dalam negeri pun tidak menyanggupi untuk memenuhi kebutuhan sebanyak itu.

Akhirnya, Pertamina pun meminta hak impor tabung untuk memenuhi 40 juta tabung. "Tapi kalau masalah impor kan harus dibicarakan dengan Menteri Perindustrian juga. Maka kita minta itu dibicarakan," katanya.

Hambatan utama lainnya adalah kurangnya infrastruktur pendukung seperti Stasiun Pengisi Bahan Bakar Elpiji (SPBE). Kendala utama pembangunan SPBE ada di izin dari pemerintah daerah.

"Kalau dari Pertaminanya, mereka sudah buka selebar-lebarnya. Kalau Pemda kan memang harus didekati lebih baik lagi," katanya.

Meski sudah merencanakan berbagai hal, pemerintah mengakui percepatan konversi menjadi 2009 bukanlah hal yang mudah. Ini mengaca dari target konversi 2008 yang tidak tercapai.

"Kita akan selesaikan target 2009 . Tapi memang tidak mudah, karena sekarang saja tidak tercapai," katanya. (lih/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads