Mengintip Isi Perjanjian FTA RI dengan Australia-Selandia Baru

Mengintip Isi Perjanjian FTA RI dengan Australia-Selandia Baru

- detikFinance
Sabtu, 27 Des 2008 11:46 WIB
Mengintip Isi Perjanjian FTA RI dengan Australia-Selandia Baru
Jakarta - Perjanjian Free Trade Agreement (FTA) Indonesia dan Selandia Baru sempat panas karena ada kabar Indonesia memberikan banyak komitemen sementara balasannya tak sebanding. Benarkah FTA tersebut berat sebelah? Berikut isi perjanjian FTA Indonesia dan Selandia Baru.

Perjanjian tersebut masuk dalam rencana penandatanganan ASEAN-Australia-New Zealand Free Trade Agreement (AANZFTA) yang akan dilaksanakan pada Februari 2009. Penandatanganan ini diundur dari jadwal seharusnya yaitu Desember 2008, karena beberapa anggota ASEAN masih perlu melakukan verifikasi atas jadwal penurunan tarip yang disampaikan.

Berdasarkan siaran pers depdag yang dilansir detikFinance, Sabtu (27/12/2008) dari data Dirjen Kerjasama Perdagangan Internasional (KPI) Depdag, dalam AANZFTA ini, Indonesia memberikan komitmen eliminasi untuk 10.397 pos tarif. Sedangkan 645 pos tarif lainnya diamankan dengan komitmen penurunan atau pemotongan tingkat tarif dan 117 sisanya dikelompokan ke dalam Exclusion List.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Komitmen eliminasi Indonesia dalam AANZFTA mencapai 93,17 persen dari total pos tarif dengan rentang waktu 2009-2020.
Australia memberikan komitmen 100 persen dalam kurun waktu 2009-2015 atau setelah 2015. Namun 91,77 persen dari total pos tarif akan dieliminasi pada tahun 2009-2010.

Sementara Selandia Baru akan mengeliminasi 97,4 persen pos tarifnya dalam kurun waktu yang sama namun pada saat entry into force eliminasi tarif akan mencapai 80 persen dan pada 2012 mencapai 90 persen,

Selama perundingan berlangsung, Australia terutama menargetkan pembukaan pasar produk otomotif Indonesia selain produk-produk lainnya. Sementara Selandia Baru menargetkan pasar daging sapi dan produk dairy. Indonedia memberikan komitmennya di ketiga sektor ini dengan memperhatikan kepentingan strategis Indonesia.

Untuk sektor otomotif misalnya, eliminasi dilakukan secara selektif khususnya dari aspek kerangka waktu. Untuk itu dari, 1.409 pos tarif di sektor otomotif, maka 240 pos tarif akan dieliminasi pada tahun 2015 dan sisanya dieliminasi antara tahun 2011 sampai dengan 2023. Komitmen di sektor otomotif ini diberikan kepada Australia dengan memperhatikan komitmen Indonesia dalam Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA).

Untuk produk daging dan dairy, Selandia Baru menargetkan 11 pos tarif indonesia yang memiliki MFN applied tariff rate sebesar 5 persen. Mengingat sensitifitas kedua sektor ini, maka komitmen yang diberikan Indonesia adalah eliminasi pada 2020 untuk empat pos tarif daging dan eliminasi antara 2017 sampai 2019 untuk tujuh produk dairy.

Australia memenuhi permintaan Indonesia untuk mempercepat penghapusan tarif produk tekstil dan pakaian yang tingkat tarifnya di Australia bekisar antara 5-17,5 persen. Dalam hal ini, Australia mempercepat target waktu eleminiasi dari yang semula 2012 menjadi 2009-2010 dan dari yang semula tahun 2020 menjadi 2009, 2010 dan 2015.

Australia juga memberikan komitmen yang lebih baik kepada Indonesia untuk pos tarif otomatif dibanding komitmen yang diberikan Australia kepada Malaysia dan Thailand dalam hal target eliminasi.

Sementara itu, Selandia Baru juga memenuhi permintaan Indonesia untuk mempercepat penghapusan tarif produk tekstil dan pakaian yang saat ini berada di kisaran 7,75-19 persen dari semula tahun 2020 menjadi 2017 dan sejumlah kecil lainnya pada 2019.

Dalam proses perundingan, Indonesia juga mendapatkan additional benefits yang akan dibahas dan disalurkan dalam forum kerjasama bilateral.

Additional benefit yang disepakati Australia antara lain pembentukan Task Force in Agribusiness Investment guna melakukan kajian dan menyusun program kerja capacity building serta mendorong investasi di bidang pertanian, khususnya sektor daging dan produk dairy.

Australia juga sepakat membahas permintaan Indonesia untuk mendapatkan fasilitas visa kerja untuk sejumlah profesi, pengembangan kapasitas industri otomotif indeonesia, bantuan sertifikasi bagi produk makanan, pelatihan dan sertifikasi bagi tenaga kerja welders (pengelas, khususnya pipa minyak dan gas) dan bantuan tenaga pengajar bahasa Inggris bagi sekolah kejuruan industri dan perguruan tinggi industri.

Selandia Barujuga menawarkan additional benefits untuk indonesia uang mencakup fasilitas working holiday scheme untuk 100 pekerja Indonesia. Kesempatan kerja untuk 100 juru masak, 20 pemotongan hewan bersertifikat halal, dan 20 tenaga asisten guru Bahasa Indonesia.

Benefit lainnya yaitu program capacity building untuk sektor daging dan produk dairy, beasiswa, pendanaan proyek-proyek disektor daging dan produk dairy melalui NZAID goverment agencies fund, kerjasama dibidang keamanan pangan dan proses jaminan mutu serta kemungkinan peningkatan kontribusi melalui bank dunia untuk pengembangan UKM di Indonesia Timur.

(epi/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads