"Premium bersubsidi akan kita kurangi di daerah tertentu misalnya di Jalan Thamrin," kata Staf Ahli Menteri ESDM Kardaya Warnika dalam acara pemaparan kinerja Departemen ESDM di Jakarta, Selasa (30/12/2008).
Sebelumnya pemerintah telah merencanakan banyak cara untuk membatasi konsumsi premium dengan tujuan agar subsidi premium dinikmati tepat sasaran termasuk dengan program smart card yang gagal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan APBNP 2008, kuota BBM subsidi hanya sebesar 35,475 juta kiloliter. Angka ini terdiri dari premium sebanyak 16,976 juta kiloliter, minyak tanah sebanyak 7,561 juta kiloliter.
Dirut Pertamina Ari H Soemarno memperkirakan konsumsi BBM sepanjang tahun 2008 akan meningkat 4-5 persen.
"Sesuai rencana kerja anggaran kerja perusahaan (RKAP) kita ada peningkatan sekitar 4-5 persen, tetapi kita harus lihat realisasinya," ujar Ari.
Peningkatan konsumsi ini, lanjut Ari, memang menjadi target dari pertamina dari tahun ketahun. "Kita berharap ada peningkatan konsumsi BBM, bukan penurunan. Sebab kalau terjadi penurunan konsumsi BBM berarti terjadi kelambatan ekonomi," jelasnya.
Saat ditanya soal harga BBM bersubsidi, Ari menyatakan Pertamina hanya mengikuti harga yang ditetapkan pemerintah. "Selama ini kan harga ditentukan pemerintah,bukan Pertamina yang menentukan. jadi kita ikut Pemerintah," ungkap Ari.
(hen/qom)











































