Hal ini dikatakan oleh Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro ketika ditemui di kantor Menteri Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (5/1/2009).
"Kita sedang mengevaluasi bagaimana SPBU tidak merugi karena dulu kan dia ambil dengan harga yang lama terus berlaku harga baru yang lebih rendah. Itu yang coba kita perbaiki," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada 2 pilihan kebijakan yang sedang dikaji pemerintah, kedua pilihan tersebut dikatakan Purnomo adalah:
1. Sebelum diumumkan penurunan harga, SPBU bisa mengambil BBM dengan harga turun karena potensi perubahan memberikan dampak kepada SPBU dengan menahan permintaan pasokan BBM
2. Kerugian SPBU karena penurunan harga BBM ditanggung langsung oleh korporat dalam hal ini Pertamina, dan nanti jumlah pergantiannya dipotong dari dividen Pertamina.
"Jadi ada beberapa pilihan kebijakan yang sedang kita evaluasi," tambah Purnomo.
Mengenai kelangkaan pasokan BBM di SPBU saat ini, Purnomo mengatakan ada beberapa hal yang menyebabkan kelangkaan. Pertama karena pengelola SPBU khawatir terjadi penurunan harga. Kedua karena adanya gangguan di sistem Pertamina yang sedang mencoba sistem online untuk penebusan BBM.
"Pertamina menyatakan ini sedang mereka tangani karena memang tidak bisa langsung serta merta mereka atasi. Itu bertahap karena kelangkaan di depo-depo terjadi di pelosok-pelosok, jadi waktu itu yang mereka isi yang dekat-dekat dulu. Terjadi kekosongan di pinggiran," ujarnya.
(dnl/qom)











































