Demikian disampaikan Dirjen Migas Evita Legowo sebelum rapat dengan Menneg BUMN dan Kepala BP Migas, dan Pertamina EP di Gedung Standard Chartered, Jakarta, Rabu (14/1/2009).
"Tetap CP Aramco, tapi perhitungannya memang sedang kami lihat kembali. Masih akan kita rapatkan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Faisal menyatakan CP Aramco sudah menjadi standar penghitungan harga elpiji di mana-mana. Bahkan ketika Pertamina membeli elpiji dari para KKKS, semua hitungannya mengacu ke CP Aramco.
"Yang ada dipasar hanya CP Aramco kita beli ke KPS melalui BP Migas juga patokannya CP Aramco, beli di Malaysia dan Singapura juga sama. Jadi semua pakai
CP Aramco terus bagaimana," jawab Faisal dalam pesan singkatnya beberapa waktu lalu.
(lih/ir)











































