Defisit APBNP 2009 Jadi 2,5% akan Ditambal dari Utang

Defisit APBNP 2009 Jadi 2,5% akan Ditambal dari Utang

- detikFinance
Rabu, 14 Jan 2009 13:29 WIB
Defisit APBNP 2009 Jadi 2,5% akan Ditambal dari Utang
Jakarta - Defisit APBNP 2009 bertambah jadi 2,5% dari PDB atau Rp 132 triliun. Pemerintah akan menambah utang yang berasal dari pinjaman luar negeri baik bilateral maupun multilateral untuk menutup defisit itu.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu saat ditemui di sela acara seminar di Menara BTN, Jakarta, Rabu (14/1/2009).

"Defisit kita naik dari 1% atau Rp 51 triliun menjadi 2,5% atau Rp 132 triliun, dengan begitu kita harus menambahkan financing atau pembiayaan, tapi target penerbitan SUN tetap," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk pembiayaan defisit yang membengkak ini, Anggito mengatakan ada dua sumber pembiayaan yang akan diambil. Pertama dari surplus APBN 2008 dan kedua adalah tambahan utang.

"Untuk penerbitan obligasi, tahun ini kita akan masuk ke pasar Jepang melalui samurai bond. Kemudian kita juga segera masuk kepada global sukuk ke Timur Tengah," tuturnya.

Dikatakan Anggito, meskipun akan ada tambahan utang karena pembengkakan defisit ini, rasio utang terhadap PDB di 2009 akan menurun.

"Rasio utang di 2008 adalah 37% dari PDB, di 2009 akan turun menjadi 33%," tukasnya.

Menkeu Sri Mulyani sebelumnya menyampaikan berbagai asumsi baru dalam APBNP 2009 yang akan segera diajukan pemerintah ke DPR. Beberapa asumsi APBNP 2009 adalah:
  •     Nilai tukar rupiah: Rp 11.000 per dolar AS (APBN 2009: 9.400 per dolar AS).
  •     Pertumbuhan ekonomi: 4,5-5,5% (APBN 2009: 6%).
  •     Asumsi harga minyak Indonesia: US$ 45 per barel (APBN 2009: US$ 80 per barel).
  •     Inflasi: tetap 6,2%
  •     SBI 3 bulan: tetap 7,5%
  •     Lifting minyak: 960 ribu barel per hari.



(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads