Hal ini dikatakan oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu saat ditemui di sela acara seminar di Menara BTN, Jakarta, Rabu (14/1/2009).
"Defisit kita naik dari 1% atau Rp 51 triliun menjadi 2,5% atau Rp 132 triliun, dengan begitu kita harus menambahkan financing atau pembiayaan, tapi target penerbitan SUN tetap," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk penerbitan obligasi, tahun ini kita akan masuk ke pasar Jepang melalui samurai bond. Kemudian kita juga segera masuk kepada global sukuk ke Timur Tengah," tuturnya.
Dikatakan Anggito, meskipun akan ada tambahan utang karena pembengkakan defisit ini, rasio utang terhadap PDB di 2009 akan menurun.
"Rasio utang di 2008 adalah 37% dari PDB, di 2009 akan turun menjadi 33%," tukasnya.
Menkeu Sri Mulyani sebelumnya menyampaikan berbagai asumsi baru dalam APBNP 2009 yang akan segera diajukan pemerintah ke DPR. Beberapa asumsi APBNP 2009 adalah:
- Nilai tukar rupiah: Rp 11.000 per dolar AS (APBN 2009: 9.400 per dolar AS).
- Pertumbuhan ekonomi: 4,5-5,5% (APBN 2009: 6%).
- Asumsi harga minyak Indonesia: US$ 45 per barel (APBN 2009: US$ 80 per barel).
- Inflasi: tetap 6,2%
- SBI 3 bulan: tetap 7,5%
- Lifting minyak: 960 ribu barel per hari.
(dnl/qom)











































