"Bahaya yang besar bukanlah dari resesi global, tapi bahaya yang lebih besar adalah bahwa kita sedang menuju situasi deflasi," ujar Heiner Flassbeck, kepala ekonom UN Conference on Trade and Development (UNCTAD), seperti dikutip dari AFP, Jumat (16/1/2009).
Kawasan yang menghadapi bahaya besar deflasi terutama adalah Eropa. Menurut Flassbeck, seluruh kawasan Eropa kini sedang menghadapi bahaya deflasi. Dan satu-satunya cara untuk melawan adalah dengan menggiatkan investasi swasta secara besar-besaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
UNCTAD mencatat pertumbuhan ekonomi Eropa mulai buram, dan diperkirakan turun 0,7% tahun 2009 ini. Namun untuk kawasan Eropa Tenggara seperti Bulgaria dan Rumania diperkirakan bisa lebih baik ketimbang kawasan lainnya.
"Dengan eksposure ke lembaga keuangan internasional yang lebih sedikit dibandingkan kawasan lain, dan investasi baru untuk infrastruktur dan peningkatan kapasitas produksi, maka pertumbuhan diperkirakan turun menjadi 4,5% di tahun 2009," demikian UNCTAD.
Indonesia sendiri pada Desember lalu juga sempat mencatat deflasi sebesar 0,4%. Namun secara tahunan inflasi di Indonesia masih tinggi yakni mencapai 11,06%. Dan pada Januari 2009, pemerintah meyakini akan kembali terjadi deflasi, setelah harga BBM kembali diturunkan per 15 Januari 2009. (qom/ir)











































