Deflasi Ancam Ekonomi Dunia

Deflasi Ancam Ekonomi Dunia

- detikFinance
Jumat, 16 Jan 2009 11:16 WIB
Deflasi Ancam Ekonomi Dunia
Jenewa - Setelah krisis finansial, perekonomian dunia kini menghadapi risiko terbesar dari terjadinya deflasi. Bahaya deflasi justru lebih besar ketimbang terjadinya resesi.

"Bahaya yang besar bukanlah dari resesi global, tapi bahaya yang lebih besar adalah bahwa kita sedang menuju situasi deflasi," ujar Heiner Flassbeck, kepala ekonom UN Conference on Trade and Development (UNCTAD), seperti dikutip dari AFP, Jumat (16/1/2009).

Kawasan yang menghadapi bahaya besar deflasi terutama adalah Eropa. Menurut Flassbeck, seluruh kawasan Eropa kini sedang menghadapi bahaya deflasi. Dan satu-satunya cara untuk melawan adalah dengan menggiatkan investasi swasta secara besar-besaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Deflasi sendiri sebenarnya memang menyenangkan masyarakat karena berarti harga-harga turun. Namun deflasi dapat mengganggu perekonomian karena konsumen mengurangi belanja dengan harapan bisa mendapatkan penawaran yang lebih baik untuk waktu ke depan, dan dampaknya akan mengurangi pendapatan perusahaan termasuk tidak adanya pertumbuhan ekonomi yang bisa berujung pada stagflasi.

UNCTAD mencatat pertumbuhan ekonomi Eropa mulai buram, dan diperkirakan turun 0,7% tahun 2009 ini. Namun untuk kawasan Eropa Tenggara seperti Bulgaria dan Rumania diperkirakan bisa lebih baik ketimbang kawasan lainnya.

"Dengan eksposure ke lembaga keuangan internasional yang lebih sedikit dibandingkan kawasan lain, dan investasi baru untuk infrastruktur dan peningkatan kapasitas produksi, maka pertumbuhan diperkirakan turun menjadi 4,5% di tahun 2009," demikian UNCTAD.

Indonesia sendiri pada Desember lalu juga sempat mencatat deflasi sebesar 0,4%. Namun secara tahunan inflasi di Indonesia masih tinggi yakni mencapai 11,06%. Dan pada Januari 2009, pemerintah meyakini akan kembali terjadi deflasi, setelah harga BBM kembali diturunkan per 15 Januari 2009. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads