Demikian disampaikan Dirjen Migas Evita Legowo dalam konferensi pers mengenai status blok Natuna D Alpha, di Kantor Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Kamis (17/1/2009).
Â
"Kita sudah mulai diskusi, apakah alpha ini dalam bentuk persen atau bentuk nominal," ujarnya.
Â
Jika menggunakan persentase, imbuh Evita, maka marjin yang didapat distributor BBM subsidi bisa berubah-ubah tergantung pada fluktuasi harga minyak dunia. Sementara jika menggunakan nominal, maka marjin yang didapat akan tetap, berapapun harga minyak.
"Kalau nominal maka akan menggunakan crude tertentu. Jadi tergantung crudenya berapa. Tapi sekarang kan belum ditetapkan crudenya," jelas Evita.
Â
Selain itu, Evita menjelaskan pihaknya telah mengajukan usulan kisaran harga ICP kepada Depkeu. Kisaran harga yang dipakai adalah pertengahan antara harga minyak mentah jenis Brent dan Nymex.
Â
"Kami usulkan range mengenai harga ICP. Hitungan kami antara harga brent dan Nymax jadi antara US$ 40-60 per barel," ujar Evita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT











































