Hal ini disampaikan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofyan Wanandi di sela-sela INDOGAS 2009, The 4th International Conference & Exhibition, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Selasa (20/1/2009).
"Jika order tidak ada, setengah juta tenaga harian, kontrak dan buruh tetap akan di PHK pada pertengahan tahun ini. Itu merupakan jalan terakhir yang akan kita pilih," jelas Sofyan.
Menurut Sofyan, pemecatan tidak terjadi di enam bulan pertama sebab adanya kegiatan pemilu yang menyebabkan konsumsi meningkat.
"Pemilu menghabiskan Rp 5 sampai Rp 10 triliun untuk konsumsi makan, minuman, baju, bendera dan itu bantu industri kita," ungkapnya.
Untuk mengantisipasi PHK tersebut, Sofyan berharap stimulus fiskal Rp 27,5 triliun dialokasikan untuk menyarankan industri padat karya.
"Selain itu juga untuk UKM dan local content supaya tidak usah impor. Seperti perumahan rakyat yang harus dibangun terus," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Sofyan mengakui sudah ada perusahaan kecil dan menengah yang kolaps. Mereka tidak bisa bertahan karena tidak kehabisan modal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sofyan menyatakan tahun 2009 merupakan tahun yang berat bagi para pengusaha. Hal ini bisa dilihat dari penurunan order seperti untuk sektor otomotif sudah terjadi penurunan sebesar 20-30%.
(epi/lih)











































