Anggota DPR RI asal Fraksi PAN Tjatur Sapto Edy mengaku, dirinya sempat mendapat lobi-lobi dari orang-orang yang tidak senang dengan Ari Soemarno sejak lama. Namun ia tidak mau mengabulkan karena ia menganggap kinerja Pertamina sudah membaik.
"Sekarang agak ada perubahan, dahulu banyak teman yang minta pergantian, saya di order. Dugaan saya dulu yang angkat Ari niatnya nggak baik, sekarang Ari nggak mau lagi, sudah insyaf," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertamina harus diarahkan kuat di sektor hulu bukan hilir, hulu menyumbang untung 70%," jelasnya.
Sementara itu Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Sutan Bhatoegana dari partai Demokrat berpendapat lain, menurutnya calon Dirut Pertamina bisa berasal dari orang dalam maupun orang luar asalkan bersih dari kepentingan siapapun termasuk tidak terlibat dalam lobi-lobi para trader.
"Sebaiknya orang dalam tapi bukan jajaran direksi, bisa pensiunan bisa komisaris, ada hubungannya dengan minyak dilingkungan pemerintah, orangnya bersih dan tidak ikut lobi-lobi trader," katanya.
Berdasarkan kabar yang beredar, calon kuat pengganti Ari adalah Ahmad Faisal yang kini menjabat sebagai Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina. Selain Faisal, beberapa nama dari kalangan internal Pertamina yang mencuat adalah Komisaris Pertamina Maizar Rahman dan mantan Direktur Umum dan SDM Sonny Sumarsono.
Menanggapi isu ini, Faisal yang diberondong tentang pencalonan dirinya memilih tidak banyak berkomentar.
"No comment, no comment jangan berandai-andai," kilahnya.
(hen/lih)











































