"Kalau stimulus yang direncanakan jalan, kita masih memakai angka tersebut 4,5-5,5%," kata Deputi Gubernur Senior BI Miranda S. Goeltom di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (22/1/2009).
Hal senada disampaikan Gubernur BI Boediono yang menyatakan tetap memegang target pertumbuhan 5,7-5,9% untuk kuartal IV-2008.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, Korea Selatan, China dan Singapura telah mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi yang menunjukkan pelemahan.
Korsel mencatat pertumbuhan ekonomi hanya 2,5% di tahun 2008, dibandingkan 5% yang dicatatnya pada tahun 2007. Bahkan untuk kuartal IV-2008, perekonomian Korsel minus hingga 3,4% dibandingkan pertumbuhan 3,8% yang dicatat pada kuartal III-2008. Ini adalah angka terburuk sejak kuartal I-1998, saat perekonomian Korsel turun hingga 7,8% secara quarter on quarter (qtoq).
Sementara Singapura memperkirakan pertumbuhan ekonomi hanya sekitar 2-5% di tahun 2009. Selama tahun 2008, perekonomian Singapura diperkirakan hanya tumbuh 1,2% atau turun tajam dibandingkan pertumbuhan ekonomi di tahun 2007 yang sebesar 7,7%.
Demikian pula China yang mencatat pertumbuhan ekonomi mulai melambat. Pada tahun 2008, perekonomian China hanya tumbuh 9%, atau hanya satu digit untuk pertama kalinya sejak 6 tahun terakhir.Β Pada tahun 2007, China mencatat pertumbuhan ekonomi hingga 13%.
Jepang belum mengumumkan secara resmi angka pertumbuhan ekonomninya. Namun Jepang juga menderita akibat krisis, yakni pada Desember, ekspornya merosot hingga 35%. Selama Desember, Jepang mencatat defisit perdagangna hingga 320,7 miliar yen, dibandingkan surplus 866,9 miliar yen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara total, ekspor turun hingga 3,4% di tahun 2008. Sementara surplus perdagangan Jepang di tahun 2008 tercatat anjlok hingga 80% dibandingkan surplus perdagangan tahun 2007 yang mencapai 2,16 triliun yen. Padahal Jepang dalam sejarah selalu menikmati surplus perdagangan yang besar.
(qom/ir)











































