Hal ini disampaikan Direktur Utama PT PLN Fahmi Mochtar usai rapat dengar pendapat (RDP) dengan komisi VII DPR RI di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2009).
"Kalau itu dikalikan dengan harga BBM rata-rata Rp 6.000 dikali 3,3 juta KL, itu sudah hampir Rp 20 triliun (Rp 19,8 triliun). Itu kan suatu penghematan yang luar biasa," jelas Fahmi.
Fahmi menjelaskan, sebagai pengganti pengurangan volume BBM tersebut, maka penggunaan batubara akan meningkat dari 21 juta ton menjadi hampir 25 juta ton.
"Untuk gas, pada 2008 menghabiskan 195 mmbtu, di 2009 kita tingkatkan menjadi 295 mmbtu. Ini juga karena gas lebih murah dari BBM," ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Fahmi menegaskan untuk saat ini PLN tidak akan menurunkan tarif dasar listrik.
"Tarif listrik masih di bawah BPP, jadi yang dilakukan penurunan besaran subsidi listrik," ungkapnya.
(epi/lih)











































