"Memang jumlah kontraktor asing mulai kelihatan tapi belum terlalu besar," kata Kepala Badan Pembinaan Konstruksi dan Sumber Daya Manusia (BPKSDM) Sumaryanto Widayatin dalam acara temu wartawan, di Gedung Departemen Pekerjaan Umum, Kamis (22/1/ 2009).
Sumaryanto mengatakan dalam industri jasa konstruksi di seluruh dunia manapun pengerjaan kontruksi dalam negeri diperuntukan untuk memberikan pekerjaan bagi tenaga kerja lokal. Namun kehadiran kontraktor asing secara tidak langsung mau tak mau akan mempengaruhi kontraktor lokal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari badan usaha kontraktor kontruksi yang ada didalam negeri, kurang lebih terdapat 129 kontraktor konstruksi asing dan 65 konsultan asing. Sedangkan untuk dalam negeri sebanyak 116.940 kontraktor dan 4.273 konsultan.
Serapan Tenaga Kerja Sektor Konstruksi
Sumaryanto menjelaskan serapan tenaga kerja bidang jasa sektor konstruksi bisa mencapai 4-4,5 juta orang pada tahun ini dengan tingkat kapitalisasi investasi hingga Rp 167 triliun.
"Kebutuhan tenaga kasar setiap investasi Rp 100 triliun akan membuka lapangan pekerja sebanyak 3,2 juta pekerja," jelasnya.
Sedangkan jika dilihat dari alokasi anggaran Departemen Pekerjaan Umum sebesar Rp 35 triliun, maka akan diserap 1,1 juta orang.
Jumlah tenaga kerja konstruksi pada 2007 sebanyak 5,2 juta orang atau 4,71% dari angkatan kerja nasional. Sedangkan jumlah tenaga kerja yang bersetifikat hingga per 20 Januari 2009, diantarantaranya pemula 3816 orang (5,7%), ahli muda 45.563 (67,9%), ahli madya 16.023 orang (23,9%),ahli utama 1.688 orang (2,5%) makan total 67.900 orang. Untu tenaga terampil bersertifkat sebanyak 183.612 orang. (hen/lih)











































