Kontraktor Asing Mulai Diperhitungkan

Kontraktor Asing Mulai Diperhitungkan

- detikFinance
Kamis, 22 Jan 2009 17:17 WIB
Kontraktor Asing Mulai Diperhitungkan
Jakarta - Munculnya para kontrak-kontraktor asing di sektor konstruksi dalam negeri mulai diperhitungkan. Kehadiran para kontraktor asing ini memang bisa mengancam kontraktor lokal, namun di sisi lain bisa mendorong kompetisi.

"Memang jumlah kontraktor asing mulai kelihatan tapi belum terlalu besar," kata Kepala Badan Pembinaan Konstruksi dan Sumber Daya Manusia (BPKSDM) Sumaryanto Widayatin dalam acara temu wartawan, di Gedung Departemen Pekerjaan Umum, Kamis (22/1/ 2009).

Sumaryanto mengatakan dalam industri jasa konstruksi di seluruh dunia manapun pengerjaan kontruksi dalam negeri diperuntukan untuk memberikan pekerjaan bagi tenaga kerja lokal. Namun kehadiran kontraktor asing secara tidak langsung mau tak mau akan mempengaruhi kontraktor lokal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya kira kontraktor asing, kalau kita mau maju jangan menutup diri, kontraktor asing itu memicu kita untuk lebih efisien terutama dalam tenknologi konstruksi," jelasnya.

Dari badan usaha kontraktor kontruksi yang ada didalam negeri, kurang lebih terdapat 129 kontraktor konstruksi asing dan 65 konsultan asing. Sedangkan untuk dalam negeri sebanyak 116.940 kontraktor dan 4.273 konsultan.

Serapan Tenaga Kerja Sektor Konstruksi


Sumaryanto menjelaskan serapan tenaga kerja bidang jasa sektor konstruksi  bisa mencapai 4-4,5 juta orang pada tahun ini dengan tingkat kapitalisasi investasi hingga Rp 167 triliun.

"Kebutuhan tenaga kasar setiap investasi Rp 100 triliun akan membuka lapangan pekerja sebanyak 3,2 juta pekerja," jelasnya.

Sedangkan jika dilihat dari alokasi anggaran Departemen Pekerjaan Umum  sebesar Rp 35 triliun, maka akan diserap 1,1 juta orang.

Jumlah  tenaga kerja konstruksi pada 2007 sebanyak 5,2 juta orang atau 4,71% dari angkatan kerja nasional. Sedangkan jumlah tenaga kerja yang bersetifikat  hingga  per 20 Januari 2009, diantarantaranya pemula 3816 orang (5,7%), ahli muda 45.563 (67,9%), ahli madya 16.023 orang (23,9%),ahli utama 1.688  orang (2,5%) makan total 67.900 orang. Untu tenaga terampil bersertifkat sebanyak 183.612 orang. (hen/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads