Produsen hamburger terbesar dunia itu baru saja mengumumkan laba bersih triwulan IV-2008 yang anjlok 23% menjadi US$ 985,3 juta dibanding perolehan periode yang sama tahun sebelumnya US$ 1,27 miliar.
Sedangkan pendapatan yang diperoleh turun tipis dari US$ 5,75 miliar menjadi US$ 5,57 miliar, walaupun secara global penjualan naik 7,2% sebagai dampak penguatan dolar terhadap mata uang dunia di akhir triwulan tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk tahun 2009 kami berencana menyediakan modal investasi US$ 2,1 miliar untuk membuka 1.000 restoran baru dan melakukan investasi baru di lokasi yang sudah ada," kata Chief Executive Offiver (CEO) McDonald's, Jim Skinner seperti dilansir dari BBCNews, Selasa (27/1/2009).
Meskipun harga daging sapi, keju, dan bahan lainnya mengalami kenaikan harga, namun perusahaan melaporkan adanya penurunan total biaya produksi hingga 8%.
McDonald's juga melihat adanya peningkatan penjualan dalam kondisi ekonomi yang cenderung menurun saat ini, karena terbantu dari harga yang terjangkau dan banyaknya gerai yang tersebar dimana-mana. Ini terlihat dari pencapaian penjualan gerai-gerai di AS yang meningkat 5% di kuartal keempat 2008.
Sementara penjualan di Eropa naik 7,6% dan 10% untuk kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah dan Afrika. (ir/qom)











































