Hal disampaikan anggota Komite BPH migas Adi Subagyo usai Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (28/1/2009).
"Kenaikan itu disebabkan adanya pesta pemilu legislatif dan presiden di 2009. Pemilu ini luar biasa, kenaikannya sekitar 6 persen itu dari realisasi 2008," ujar adi.
Selain dipicu oleh kegiatan pemilu, lanjut Adi, murahnya harga premium dan solar serta pertumbuhan kendaraan bermotor juga menyebabkan naiknya konsumsi tahun ini.
Namun jika tidak ada pemilu, Adi mengakui kenaikannya akan di bawah enam persen. "Jelas kurang tapi tetap ada peningkatan yaitu sekitar 3-4 persen," ungkapnya.
Khusus untuk minyak tanah, tutur Adi, akan terjadi penurunan konsumsi dibanding tahun kemarin karena adanya program konversi dari minyak tanah ke elpiji.
"Tahun lalu sebanyak 7.818.990 KL dan untuk tahun ini 5 sekian juta KL," ungkapnya. (epi/ir)











































