Profesi sebagai jasa titip (jastip) kini makin berkembang, bukan hanya untuk membeli makanan atau barang. Kini muncul tren baru, jasa titip antrean atau joki antrean.
Melalui jastip antrean, orang dapat membayar jasa untuk menggantikan antrean. Tidak sampai membeli barang atau makanannya.
Salah satu orang yang melihat tren ini adalah Elan Setiawan. Ia mengatakan, sebenarnya jasa ini sudah banyak dilakukan, namun belum ada wadah yang dinilai dapat memudahkan pelanggan menggunakan jasa titip antre.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang kan sudah banyak jastip di WhatsApp atau Instagram. Dari situ saya berpikir, mungkin bisa dijadikan satu wadah dalam bentuk aplikasi," kata Elan kepada detikcom, ditulis Kamis (23/4/2026).
Dimulai Sejak 2025
Elan mengatakan aplikasi Antriin.id mulai dikembangkan sejak awal 2025 dan diluncurkan pada pertengahan tahun. Awalnya, platform ini hanya memiliki sekitar 100 mitra. Ia mengatakan dari pembuatan aplikasi hingga operasional sampai saat ini hanya dilakukan sendiri.
"Untuk konsep desain dan coding itu dimulai awal 2025. Kemudian soft release atau launching di pertengahan Juli 2025. Waktu itu memang difokuskan untuk mencari mitra dulu. Baru pada bulan Oktober atau setelahnya, kami mulai membuka permintaan antrean untuk publik," tuturnya.
Konsep aplikasi dan sistem kerja jastip antrean yang dibangun ini seperti jasa ojek online (ojol). Pelanggan harus mengunduh aplikasi, kemudian memesan jastip antre untuk tempat tertentu dan sesuai dengan estimasi harga yang dikenakan aplikasi.
Tarif Joki Antrean
Sementara orang yang menjadi jastipernya dinamakan mitra, yang akan mewakili pelanggan untuk menunggu di lokasi. Untuk tarifnya, jasa antre dibagi dua kategori.
"Jadi, kami menempatkan mitra di beberapa titik agar sistem antrean itu bisa berjalan. Sebuah permintaan antrean baru bisa dibuat jika sudah ada mitra di sekitar lokasi dengan radius minimal 1 km dan maksimal 10 km. Jadi, setelah mendapat beberapa mitra yang tersebar di titik Jakarta, baru 'Antriin' mulai membuka permintaan," terangnya.
Harga jasa ini dipatok Rp 30.000-40.000 per jamnya. Dari sistem tersebut, mitra bisa meraup penghasilan hingga Rp 200.000-300.000 per hari, tergantung jumlah pesanan dan durasi antrean.
"Kalau dari sisi mitra, dalam satu hari mereka bisa mendapatkan Rp 200.000 sampai Rp 300.000. Itu mungkin bagi mereka yang paling banyak mengambil orderan antrean," ucapnya.
Sistem Jastip Antre: Satu Mitra Satu Orderan
Elan menerangkan, sistem di Antriin.id dibuat lebih terfokus. Satu mitra hanya bisa mengambil satu antrean dalam satu waktu. Hal ini dikatakan karena banyak persepsi bahwa jasa titip antre dapat melayani banyak antrean pada satu orang jastiper.
"Jadi, tidak bisa satu mitra pegang banyak antrean sekaligus. Satu permintaan (antre), satu mitra," ujar Elan.
Seiring meningkatnya permintaan, jumlah mitra kini sudah bertambah menjadi lebih dari 230 orang yang tersebar di wilayah Jabodetabek.
Elan menyebut sebenarnya jasa titip antre yang dibukanya bukan hanya untuk makanan viral saja. Ia juga membuka untuk jasa titip antre rumah sakit.
Dari Antre Jadi Rezeki, Jastiper Raup Cuan Rp 300 Ribu/Hari Foto: Aulia Damayanti/detikcom |
Antriin.id berencana memperluas layanan ke kota lain seperti Bandung, Surabaya, hingga Bali. Namun untuk saat ini, layanan masih difokuskan di wilayah Jabodetabek.
"Semoga bisa ekspansi lagi ke kota-kota lain. Untuk sekarang masih di Jabodetabek. Semoga secepatnya bisa ke Bandung, Surabaya, dan Bali. Sebenarnya dari kota-kota tersebut sudah banyak yang mendaftar menjadi mitra, kami sudah pegang datanya, tapi belum kami approve karena layanannya belum resmi rilis di sana," pungkasnya.
(ada/ara)











































