Anggota Komisi VII DPR-RI Tjatur Sapto Edy menjelaskannya dalam rapat kerja dengan Menteri ESDM di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Kamis (29/1/2009).
"Dalam APBN alpha BBM untuk penjualan Pertamina 5%, namun pada kenyataannya di lapangan sampai 9,5%," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berarti ada selisih Rp 375 per liter," katanya.
Hal serupa terulang di Januari 2009 dimana PLN membayar Rp 5.276 per liter. Padahal kalau pakai alpha 5% seharusnya PLN hanya membayar Rp 4.725 per liter sehingga ada selisih Rp 551 per liter.
Jika kejadian terus berlangsung, maka terjadi pembengkakan biaya PLN yang pada akhirnya dibebankan ke negara. Tahun ini perkiraan konsumsi BBM PLN dari Pertamina sekitar 6,4 juta KL.
"Maka satu bulannya ada sekitar 533.000 KL jadi selisih yang harus ditanggung PLN adalah sekitar Rp 3,5 triliun untuk tahun ini," katanya. (lih/qom)











































